Current Issues

Denmark Bangun Pulau Buatan untuk Hasilkan 10 Gigawatt Listrik Tenaga Angin

Jingga Irawan

Posted on February 8th 2021

(Foto-foto The Copenhagen Post)

Pemerintah Denmark telah menyetujui rencana membangun pulau buatan pertama di dunia, pada Kamis (4/2). Bukan untuk dihuni atau tujuan wisata lho guys. Melainkan digunakan sebagai pusat tenaga angin. Karena, Denmark saat ini sedang berupaya mempercepat penggunaan energi terbarukan di negaranya.

Pulau yang berukuran 120 ribu meter persegi itu -setara dengan 18 kali luas lapangan sepak bola- menjadi proyek konstruksi terbesar dalam sejarah Denmark. Pulau ini berlokasi 50 mil dari pantai barat semenanjung Jutlandia. Kepemilikannya sendiri berada di antara kemitraan perusahaan negara dan perusahaan Denmark.

Kekuatan angin dari pulau tersebut bakal diubah menjadi energi terbarukan yang dapat memasok listrik untuk tiga juta kepala keluarga dan penggunaan lainnya dalam sektor industri serta transportasi di Denmark. Juga untuk kebutuhan negara tetangga lainnya (Termasuk Belanda dan Jerman).

Nantinya, pulau ini diharapkan dapat memasok listrik ke 10 juta rumah tangga setelah pembangunan pulau diperpanjang dalam beberapa tahap. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Komisi Eropa untuk meningkatkan total kapasitas angin lepas pantai Uni Eropa menjadi 300 GW pada tahun 2050, dari yang saat ini hanya 12 GW.

Pembangunan pulau ini dijadwalkan selesai pada 2030. Rencananya bisa beroperasi pada 2033. Pulau ini bakal memiliki kapasitas potensi 10 gigawatt, atau setara dengan 10 miliar watt. Denmark juga berencana membangun pusat tenaga angin kedua di pulau Bornholm, Denmark di wilayah Laut Baltik (dengan total kapasitas 2 GW) pada 2030.

Mayoritas anggota parlemen Denmark mendukung pembangunan tersebut. Mereka setuju menggelontorkan dana yang dibutuhkan sebesar USD 34 Miliar. Menurut Kementerian Iklim dan Energi Denmark, tenaga angin lepas pantai di North Sea memiliki potensi yang sangat besar. Jadi harus bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan listrik.

Tahun lalu, produsen minyak terbesar di UE telah berkomitmen menghentikan semua aktivitas ekstraksi minyak dan gas di North Sea pada 2050 mendatang. Sehingga, Denmark dapat menjadi negara yang menekan angka aktivitas pelepasan karbon dan mencegah krisis iklim lebih parah.

"Ini benar-benar momen yang luar biasa untuk Denmark dan untuk transisi hijau global. Keputusan ini menandai dimulainya era baru produksi energi berkelanjutan di Denmark dan dunia serta menghubungkan tujuan iklim yang sangat ambisius dengan pertumbuhan dan pekerjaan ramah lingkungan," kata Menteri Iklim dan Energi Denmark Dan Jorgensen, dikutip dari Forbes.

Selama ini, Denmark mendapatkan 40 persen pasokan listrik dari tenaga angin. Selain itu, negara tersebut juga merupakan rumah bagi produsen turbin angin terbesar di dunia, yakni Vesta Wind Systems dan pengembang angin lepas pantai, Orsted AS.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Studi: Kontribusi Perusahaan Teknologi untuk Krisis Iklim Masih Lemah

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Interest
BLACKPINK Bicara Soal Perubahan Iklim dalam Video 'Dear Earth'