Tech

Spotlight, TikTok Tiruan Milik Snapchat Capai 100 Juta Pengguna dalam Dua Bulan

Bisa menyaingi TikTok?

Kezia Kevina Harmoko

Posted on February 5th 2021

(Snapchat)

Snapchat baru aja menyampaikan bahwa fitur TikTok KW yang mereka miliki, Spotlight, telah mencapai 100 juta pengguna sejak dirilis pada November 2020 lalu. Tentunya ini angka yang nggak sedikit buat fitur yang baru debut.

Apalagi, Spotlight baru dirilis untuk 11 negara seperti Amerika Serikat, Britania Raya, Perancis, Jerman, dan Australia ketika pertama kali peluncuran. Belum dirilis global aja sudah punya sebegitu banyak pengguna. Dilansir dari CNBCTikTok baru mencapai 100 juta pengguna dalam waktu sekitar dua tahun, dari tahun 2018 sampai Agustus 2020.

Kabar tersebut disampaikan oleh CEO Snapchat, Evan Spiegel, dalam laporan pendapatan perusahaan tersebut periode kuarter keempat (bulan Oktober-Desember) 2020. Untuk total pendapatannya, media sosial tersebut meraup USD 911 juta (sekitar Rp12,8 triliun) di kuarter tersebut, naik sebanyak 62% dari tahun lalu. Wow.

Walaupun TikTok masih memimpin, Snapchat menawarkan hadiah menggiurkan untuk para pengguna Spotlight. Gimana nggak, setiap harinya platform tersebut menggelontorkan USD 1 juta (sekitar Rp14 miliar!) untuk satu video paling viral di hari itu. Setiap hari.

Dilansir dari Engadget, CFO Snapchat, Derek Andersen, berkata bahwa hadiah fantastis itu masih akan terus dijalankan untuk mendukung Spotlight.

Karena iming-iming uang yang bisa bikin kaya mendadak itu, rata-rata pengguna Spotlight mengunggah 175.000 video setiap harinya. Siapa juga yang nggak mau mencoba peruntungan dapat 1 juta USD cuma modal bikin video singkat?

Dengan banyaknya video yang diunggah setiap harinya, Snapchat akan mulai melakukan usaha lebih untuk mengoptimalkan sistem rekomendasi mereka. Ini penting banget karena salah satu yang bikin pengguna menghabiskan waktu lama di TikTok adalah algoritmanya yang selalu menampilkan konten sesuai sama apa yang kita suka. Ngaku deh, susah berhenti kan kalau sudah mulai scroll TikTok?

Iklan-iklan juga akan masuk ke Spotlight, namun saat ini perusahaan tersebut masih fokus menumbuhkan engangement.

Spotlight juga butuh pengembangan lebih lanjut karena fitur-fiturnya masih terbatas banget kalau dibandingkan dengan TikTok. Pengguna nggak bisa me-remix sound seperti yang bisa dilakukan di aplikasi sebelah.

Apakah Spotlight akan menyaingi TikTok nantinya? Kita tunggu aja perkembangannya. Semoga TikTok KW ini juga cepat tersedia di Indonesia biar kreator lokal bisa ikut berkreasi.

Di sisi lain, TikTok tiruan buatan InstagramReels, masih belum membagikan statistik jumlah pengguna mereka. Pemimpin media sosial tersebut dengan jujur menyebut ia belum puas dengan performa Reels dan akui masih kalah dari TikTok. (*)

 

Related Articles
Tech
Snapchat Rilis Fitur Mirip TikTok, Spotlight, Video Viral Dibayar Rp 14 Miliar!

Tech
Instagram Akui Reels Masih Kalah dengan TikTok, Belum Bisa Bikin Tren Booming

Tech
Snapchat Beli Voisey, Aplikasi Video Pendek Khusus Bernyanyi. Coba Tiru TikTok?