Hobi

Menanti Inoue Takehiko Kembali Garap 'Real', Manga Tentang Basket Kursi Roda

Ahmad Redho Nugraha

Posted on February 4th 2021

Inoue Takehiko selama ini dikenal berkat karya manga olahraga fenomenalnya, Slam Dunk. Manga tersebut bertanggung jawab dalam mempopulerkan olahraga basket, bukan hanya di Jepang, melainkan di seluruh dunia. Takehiko bahkan sampai mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Asosiasi Pebasket Jepang atas jasanya tersebut.

Tapi tahukah kamu jika Slam Dunk bukan satu-satunya manga bola basket yang pernah dibuat Inoue Takehiko?

Takehiko memang dikenal mencintai bola basket. Mungkin itulah sebabnya dia tidak berhenti mengeksplorasi olahraga tersebut dalam manga berikutnya yang dia garap yang berjudul Real. Namun berbeda dengan Slam Dunk, manga Real bercerita tentang pemain basket berkursi roda.

Real memberi gambaran yang jelas tentang kehidupan dan karier para atlet basket kursi roda. Berbeda dengan Slam Dunk yang diceritakan dengan cara selayaknya manga shonen, Real menggunakan gaya bercerita yang lebih humanis dan realistis, dengan sangat berfokus pada pengembangan diri karakter-karakternya yang merupakan penyandang difabel.

Real dirilis secara tahunan. Mulai dari 2001 hingga 2014. Sebelum akhirnya Takehiko memutuskan hiatus dari dunia manga selama lima tahun. Manga ini sempat mendapatkan pujian dari atlet basket kursi roda asal Jepang, Kazuyuki Kyoya, karena ceritanya yang apik.

Banyak orang yang menganggap Real sebenarnya telah melampaui Slam Dunk karena keunggulannya dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah alur ceritanya yang realistis dalam menggambarkan kondisi mental korban cedera atau kecelakaan yang menderita cacat, serta proses mereka dalam menemukan dirinya kembali melalui rehabilitasi.

Plot utama Real berkitar pada 3 orang remaja dengan perjuangan pribadi mereka menghadapi masyarakat sebagai bagian marginal di dalamnya. Mereka adalah Nomiya Tomomi, Togawa Kiyoharu dan Takahashi Hisanobu.

Nomiya adalah seorang dropout SMA yang memikul rasa bersalah seumur hidup karena pernah menabrak seorang perempuan dengan mobil, hingga perempuan tersebut menjadi lumpuh. Togawa adalah seorang mantan atlet lari yang terpaksa kehilangan kakinya akibat penyakit osteosarcoma.

Terakhir, Takahashi adalah seorang mantan bintang lapangan sekolahnya yang menjadi lumpuh karena ditabrak oleh truk sampah. Ketiga karakter ini menyeret para pembaca Real melalui jalan hidup mereka, yang bukan hanya mencoba mencari tempat untuk bermain bola basket, tetapi juga tempat di masyarakat yang bisa menerima mereka.

Cara Takehiko dalam memotret perjuangan setiap karakternya sangat tidak konvensional, terutama karena kebanyakan media selalu menggambarkan sosok-sosok penyandang difabel sebagai sosok yang lemah dan tidak mandiri. Sementara karakter-karakter dalam cerita Real bukan hanya kuat dari segi fisik, tetapi juga dari segi mental.

Kabar baiknya, Takehiko dikabarkan telah kembali dari hiatusnya sejak November 2020 lalu dan kembali mengerjakan Real. Beberapa rumor sempat beredar terkait alasan hiatusnya dulu, bahkan ada yang menyebutkan jika Takehiko mengalami depresi dalam proses pengerjaan Real.

Dengan kembalinya Takehiko, fans bukan hanya merasa senang karena mereka dapat kembali membaca cerita gubahan Takehiko yang emosional dan menggugah, tetapi juga senang karena secara tidak langsung Takehiko telah berhasil mengumpulkan niat dan antusiasmenya lagi di dunia manga.(*)

Related Articles
Sport
Setelah Lama Tamat, Slam Dunk Kembali Lewat Anime Movie

Hobi
Cinta Inoue Takehiko pada Basket tak Sekedar Berhenti di Slam Dunk

Hobi
'Real', Manga Tentang Pemain Basket Kursi Roda Kembali Setelah Hiatus 5 Tahun