Current Issues

Penelitian: Frekuensi Olahraga Anak Muda Alami Penurunan Selama Pandemi

Dwiwa

Posted on February 3rd 2021

 

Temuan baru dari Sport England ini menarik. Sport England merupakan organisasi yang mendorong orang Inggris untuk berolahraga dan melakukan aktivitas fisik. Penelitian mereka menunjukkan jika anak muda gagal memenuhi anjuran untuk melakukan 60 menit olahraga harian pada tahun ajaran 2019/2020. Ini menurun hampir 2 persen dibanding dengan 12 bulan sebelumnya.

Dilansir dari BBC, hampir sepertiga anak-anak (2,3 juta) digolongkan ke dalam kelompok tidak aktif akibat pembatasan lockdown, bahkan tidak melakukan aktivitas 30 menit perhari. Temuan ini naik sebesar 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Survei Active Lives menemukan pandemi juga meningkatkan kesenjangan peserta dengan adanya penurunan 9 persen tingkat aktivitas pada anak-anak dan remaja dengan latar belakang kulit hitam. Sementara, anak-anak dari keluarga paling kaya tetap menjadi paling aktif.

Temuan lain, anak-anak lelaki mengalami penurunan aktivitas cukup mencolok. Sementara anak perempuan tampaknya lebih bisa mempertahankan tingkat aktivitas di level yang sama. Mereka mampu beradaptasi ke aktivitas alternatif seperti fitness dan jalan kaki.

Ada penurunan sebesar 16 persen pada anak-anak yang mengikuti kegiatan olahraga-olahraga tim, atletik, berlari dan berenang. Tetapi ada peningkatan tajam pada aktivitas berjalan kaki, bersepeda dan fitness.

"Pandemi memiliki dampak besar pada anak-anak dan keterlibatan remaja dalam olahraga dan aktivitas fisik," ujar CEO Sport England, Tim Hollingsworth. Adanya peningkatan aktivitas informal seperti berjalan kaki dan bersepeda adalah kabar baik, tetapi efek jangka panjang pada aktivitas olahraga lain di dalam dan luar sekolah juga tidak boleh diremehkan.

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kaum muda tetap aktif. Dan, laporan ini mengingatkan jika tidak semua orang mengalami dampak yang sama.

"Penelitian Sport England menegaskan bahwa tingkat aktivitas yang sudah sangat rendah semakin menurun dalam satu tahun terakhir. Yang mengkhawatirkan, gambaran nyata bagi kaum muda sekarang mungkin lebih buruk selama periode pembelajaran jarak jauh saat ini,” ujar kepala Youth Sport Trust, Ali Oliver.

Kalau kalian gimana nih? Jadi mager juga atau justru makin aktif dengan hobi baru bersepeda atau jogging?  

Related Articles
Current Issues
Jangan cuma Rebahan, Gerak Yuk. Kata WHO, Segini Minimal Waktu Aktivitas Fisik

Lifestyle
Studi: Kasus Diabetes Tipe 2 Pada Anak Naik Dua Kali Lipat Selama Pandemi

Current Issues
Varian Delta Makin Merajalela, Ini Alasan Mengapa Remaja Juga Harus Waspada