Sport

Muhammad Fatah Prassetyo, Harapan Regenerasi Anggar Indonesia

Asian Games 2018

Mainmain.id

Posted on August 25th 2018

Aksi Muhammad Fatah Prassetyo (kiri) melawan Hong Kong (via: Antara)

Bertempat di Jakarta Convention Center, Cendrawasih, Jumat, 24 Agustus 2018, cabang olahraga Anggar (Fencing) memainkan hari terakhirnya. Mulai dari babak 16 besar hingga babak final nomor Epee dan Foil kategori putra dan putri semua dihabiskan hari ini.

Tim Indonesia putra nomor Foil turut berlaga hari ini. Menghadapi Thailand di babak 16 besar, Indonesia sempat ketinggalan di dua partai awal. Tapi, Indonesia berhasil bangkit di partai ketiga dan terus melaju kencang hingga menang 45-40. Kemenangan itu disambut riuh beberapa fans Indonesia yang hadir di ruangan. Selain itu, Indonesia juga dipastikan lolos ke babak perempat final dan berhadapan dengan mantan juara dunia, Hong Kong. Sayangnya, Indonesia gagal mengulang permainan lawan Thailand dan kalah 11-45.

Dari total 56 poin yang dicetak oleh Indonesia, Muhammad Fatah Prassetyo menyumbangkan 16 poin. Angka tersebut merupakan yang terbanyak dari tiga pemain lain yang ada dalam tim. Menariknya, pemain yang akrab disapa Fatah ini merupakan pemain termuda dalam tim. Fatah baru berusia 19 tahun, tepatnya, ia lahir pada 29 Mei 1999.

Muhammad Fatah Prassetyo (berkacamata) seusai lawan Hong Kong (via: Antara)

“Saya bermain anggar karena orang tua, Ayah saya dulunya seorang pemain anggar. Tapi tak pernah sampai ke kejuaran sebesar ini, palingan sampai di Kejurda,” ujar Fatah seusai laga lawan Hong Kong.

Meski baru berusia 19 tahun, Fatah ternyata sudah memiliki catatan baik di dunia anggar. Ia sudah pernah bermain di kejuaran Asia hingga Dunia. “Prestasi paling berkesan saya sejauh ini adalah PON 2016. Saya berhasil juara tiga di nomor perseorangan dan beregu,” ujar pemuda asal Bengkalis, Riau ini.

“Wajar lah ada sungkan-sungkan dengan senior karena mereka lebih banyak pengalamannya. Cuma saya tidak mau kalah begitu saja, saya ingin menjadi yang terbaik di Indonesia, harus!”, ujar Fatah tentang  adaptasinya dengan pemain-pemain yang lebih senior.

Lebih lanjut, Fatah mengungkapkan rasa syukurnya bisa masuk tim Asian Games. Ke depannya, SEA Games menjadi target terdekatnya kemudian Olimpiade. “Saya bersyukur dan bangga sekali bisa bermain di level Asian Games. Target terdekat selanjutnya adalah SEA Games di Filipina 2019. Kalau mimpi tertinggi saya tentu saja Olimpiade. Bila nanti bisa main di sana, itu akan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang karir saya.”

Penulis: Adrian Darmika

Related Articles
Sport
Amanah Nur Istiqomah, Srikandi Judo Berusia 17 Tahun

Sport
Bunga Nyimas Cinta, Peraih Medali Termuda di Asian Games 2018

Sport
Aqsa Sutan Aswar Pengirim Emas dari Jet Ski