Interest

Fase Bulan Ternyata Pengaruhi Pola Tidur Manusia

Laili Fajry

Posted on January 31st 2021

Ternyata fase Bulan memiliki pengaruh terhadap pola tidur manusia. Sebuah penelitian yang diterbitkan Science Advances menyebutkan pada hari-hari menjelang bulan purnama, orang akan tidur lebih larut dan kurang tidur.

Dikutip dari CNN, Horacio de la Iglesia, profesor di departemen biologi Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rata-rata peserta penelitian tidur 30 sampai 50 menit lebih sedikit, pada malam sebelum bulan purnama.

Peserta penelitian ini dilengkapi monitor tidur di pergelangan tangan mereka untuk melacak jadwal tidur, selama satu hingga dua siklus Bulan. Sebagaimana diketahui, sekali siklus Bulan membutuhkan waktu 29,5 hari.

Sebanyak 98 orang dari tiga komunitas Toba Argentina berpartisipasi dalam penelitian ini. Komunitas Toba atau dikenal sebagai orang Qom adalah salah satu kelompok adat terbesar di Argentina yang secara historis mendiami wilayah yang sekarang dikenal sebagai Pampas of the Central Chaco.

Cahaya dari Bulan setelah Matahari terbenam, terlihat cerah pada hari-hari menjelang bulan purnama. Pada kondisi itu, orang-orang tidur lebih malam dan lebih singkat lagi pada hari-hari menjelang bulan purnama.

Tiga komunitas yang menjadi peserta penelitian terdiri atas satu komunitas tidak memiliki akses listrik, satu memiliki akses listrik, dan satu memiliki akses penuh ke listrik. Terlepas dari akses listrik mereka, ada pola yang kuat yang menunjukkan bahwa mereka semua pergi tidur lebih larut dan kurang tidur pada hari-hari menjelang bulan purnama.

Pada masyarakat perkotaan, peserta bahkan lebih larut tidur dan tidur lebih sedikit dibandingkan peserta masyarakat pedesaan. Leandro Casiraghi, sarjana postdoctoral di departemen biologi di University of Washington mengaku terkejut melihat hasilnya bahwa masyarakat perkotaan iktu terpengaruh pola tidurnya pada siklus Bulan. Sebab dia berhipotesis hanya orang-orang di komunitas pedesaan yang akan terpengaruh oleh siklus Bulan.

"Fakta bahwa modulasi ini hadir bahkan di komunitas dengan akses penuh ke cahaya listrik menunjukkan bahwa efek ini dimediasi oleh sesuatu selain cahaya Bulan itu sendiri," kata Casiraghi.

Setelah mengumpulkan data tidur dari komunitas Toba atau Qom, peneliti membandingkan hasil mereka dengan data tidur yang dikumpulkan dari 464 siswa Seattle, untuk studi lain dan menemukan pola tidur yang sama.

Biologi masyarakat dan pola sosial komunitas mungkin juga berperan dalam siklus tidur yang ditemukan dalam penelitian ini, kata Dr. Vsevolod Polotsky. Ia merupakan direktur Sleep Basic Research dan profesor di Johns Hopkins Medical School.

Pola tidur manusia dikendalikan oleh ritme sirkadian, yaitu jam internal yang mengatur tidur selama sekitar periode 24 jam. Namun, pada beberapa orang, jam internal tersebut bisa lebih panjang, kata Polotsky.(*) 

Artikel Terkait
Interest
Sering Merasa Capek Saat Bangun Tidur? Beberapa Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Interest
Jangan Sepelekan, Tidur Ternyata Penting Loh untuk Kesehatan Otak

Interest
Ini Dia Empat Cara yang Bisa Kamu Lakukan Supaya Cepat Tidur!