Entertainment

HBO Akan Rilis Serial TV ‘Harry Potter’, tapi Sikap JK Rowling Bikin Ragu Fans

Kezia Kevina Harmoko

Posted on January 27th 2021

(Evan Agostini/Invision/AP/Shutterstock)

HBO dikabarkan sedang mengerjakan sebuah serial televisi live action untuk Harry Potter. Normalnya para Potterhead langsung antusias menanti perkembangan selanjutnya, namun kali ini berbeda. Sebagian fans ragu mau menonton cerita dunia sihir itu setelah J.K. Rowling melontarkan pernyataan bernada transphobic pada 2020 lalu.

Flash back sedikit deh. Di bulan September 2020, warganet sempat geger karena penulis serial buku Harry Potter ngetwit kalau gender orang yang transgender harus dilihat dari gender biologis mereka.

Selain itu, di serial buku kriminal yang ditulisnya, Cormoran Strikes, penulis tersebut menggambarkan seorang transgender sebagai pribadi yang negatif. Semua ini merujuk pada satu kesimpulan, JK Rowling punya transfobia.

Banyak penggemar Harry Potter atau penulis tersebut secara personal menganggap kalau terus mendukung franchise tersebut secara resmi, sama aja kita mendukung JK Rowling yang transfobik.

Dengan menonton, membaca, membeli, atau memberikan uang ke hasil franchise dunia Harry Potter, penulis asal Inggris itu akan semakin kaya. Dan merasa bisa tetap hidup dengan pandangannya tadi.

Nah, seberapa menguntungkan JK Rowling sih kalau serial televisi HBO tersebut dirilis? Begini. Rowling pastinya punya hak cipta untuk Harry Potter. Tidak ada cerita yang dirilis tanpa campur tangan atau persetujuannya. Sejak dirilisnya serial spin-off Fantastic Beasts, muncul anggapan kalau nggak ada yang boleh menulis ulang cerita buatannya tanpa persetujuan.

Segala karya yang resmi terinspirasi dari cerita tersebut, apapun bentuknya, pasti ada keuntungan yang masuk ke penulis tersebut. Dari delapan film Harry Potter aja, pendapatan film tersebut mencapai USD 7 miliar (sekitar Rp98,6 triliun). Bisa terbayang betapa lakunya serial satu ini kan?

Serial ini diperkirakan akan tayang di HBO Max, layanan streaming milik Warner Bros. Dilansir dari The Hollywood Reporter, hak penayangan untuk franchise Harry Potter agak rumit.

Pada 2016, media NBCUniversal sudah menandatangani perjanjian kalau mereka punya hak penyiaran eksklusif franchise tersebut mulai dari tahun 2018 sampai 2025. Hak ini termasuk penyiaran konten digital dan acara-acara di taman hiburan Universal Studios.

Warner Bros sebagai pemegang utama franchise Harry Potter tentunya nggak bisa dengan mudah merilis serial televisi di HBO Max karena masih ada perjanjian dengan NBC Universal. Film Harry Potter di HBO Max aja hanya bertahan selama tiga bulan setelah peluncuran perdana aplikasi tersebut pada Mei 2020.

Walaupun ribet di bagian hak penyiaran, segala karya yang berkaitan dengan Harry Potter pasti akan menguntungkan J.K Rowling. Kalau memang akan ada serial baru, kembali ke pilihan masing-masing mau tetap menonton atau tidak. (*)

Related Articles
Entertainment
Rupert Grint Ungkap Bagaimana Film ‘Harry Potter’ Membentuk Dirinya Saat Ini

Entertainment
Hermione dan Draco Versi Buku ‘Harry Potter’ Beda Banget dari Versi Film

Entertainment
Pemeran Cho Chang Mengaku Jadi Korban Rasisme Oleh Fans di Film ‘Harry Potter’