Current Issues

Apakah Memakai Dua Masker Lebih Baik Dalam Melindungi Diri Dari Covid-19?

Dwiwa

Posted on January 27th 2021

Di tengah lonjakan kasus yang semakin menggila di berbagai belahan dunia, muncul tren fashion baru soal masker. Jika kalian menonton pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Bidden minggu lalu, ada banyak pejabat tinggi dan juga selebriti yang terpotret mengenakan dua masker sekaligus.

Lalu apakah dengan menggunakan dua masker sekaligus berarti kita jadi lebih terlindungi dari penularan Covid-19? Dilansir dari USA Today, pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat dr Anthony Fauci mengatakan jika hal itu mungkin efektif.

“Jadi, jika kalian memiliki penutup fisik dengan satu lapis, kalian memasang lapisan lain, itu masuk akal bahwa kemungkinan akan lebih efektif,” ujarnya kepada NBC News  TODAY. “Itulah alasan mengapa kalian melihat orang-orang memakai masker ganda atau menggunakan versi N95.”

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Matter pada Juli menemukan jika memakai dua masker dapat meningkatkan perlindungan dari partikel virus 50 hingga 75 persen. Menurut penulis penelitian Dr Loretta Fernandez, ini bukan hanya menambahkan lapisan perlindungan, tetapi juga membuat masker lebih pas di wajah.

Tren penggunaan masker ganda di Amerika ini muncul ketika varian baru yang tampaknya lebih menular ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan California.

Para pejabat pekan lalu bahkan mengatakan jika varian Inggris B.1.1.7, mungkin lebih mematikan dan lebih menular. Sementara varian 501Y.V2 yang diidentifikasi pertama di Afrika Selatan tampaknya sekitar 50 persen lebih menular.

Dr Vivek Murthy, calon Biden untuk ahli bedah umum, mengatakan kepada New York Times jika varian yang muncul membuat kualitas masker yang kita gunakan menjadi sangat penting. Harus ada standar untuk masker.

Meski begitu, beberapa ahli tampaknya lebih mengkhawatirkan aksi orang-orang yang tidak bermasker dibanding membicarakan tentang penggunaan masker ganda.

“Gagasan masker ganda berarti kalian lebih memperhatikan penggunaan masker yang lebih baik daripada sebelumnya,” ujar pakar penyakit menular dari Universitas Emory, Dr Colleen Kraft. “Jika secara umum orang-orang mau memakai masker, kita akan baik-baik saja melawan varian tersebut.”

Masker N95 yang menjadi gold standard masih sulit ditemukan dan diprioritaskan untuk para petugas medis yang berada di garis depan pandemi. Tetapi para ahli mengatakan masker KF94, dari Korea Selatan, adalah pilihan kedua yang bagus.

Ashis Jha, dekan dari Brown University School of Public Health, mengatakan kepada New York Times bahwa masker disposable KF94 dibuat dari bahan yang mirip dengan N95 dan memblokir 94 persen partikel virus. Satu perbedaan penting adalah KF94 memiliki loop telinga bukan pita elastis.

Kraft mengatakan jika memakai masker yang lebih banyak atau lebih tebal selalu menjadi hal yang baik. Tetapi poin pentingnya adalah semua orang harus mengenakan masker dan melakukannya disaat yang sama. Ini adalah cara menghentikan penularan paling cepat. (*)

Related Articles
Current Issues
Lampaui Filipina, Indonesia Jadi Negara Dengan Kasus Tertinggi di Asia Tenggara

Current Issues
Mengapa Vaksin Covid-19 Bukan Alasan Untuk Abaikan Protokol Kesehatan?

Current Issues
BPS: Makin Banyak Orang Memakai Masker, Tetapi Tidak Semuanya Mencuci Tangan