Portrait

Melati Wijsen, Aktivis Lingkungan Asal Bali yang Jadi Pembicara ‘Time 100 Talks’

Jingga Irawan

Posted on January 27th 2021

Tangkapan layar dari Instagram Melati Wijsen

Seorang remaja berusia 20 tahun asal Bali sekaligus aktivis lingkungan, Melati Wijsen, menjadi salah satu pembicara dalam program TIME 100 Talks,  pada Senin (25/1). Acara virtual berdurasi 68 menit itu juga dihadiri oleh Ketua Forum Ekonomi Dunia, Klaus Schwab dan Angelina Jolie.

Melati yang diberi kesempatan berbicara selama 3 menit itu memaparkan tentang pentingnya keterlibatan remaja dan anak-anak untuk melakukan perubahan. Ia bersama saudarinya, Isabel Wijsen, menggagas gerakan Bye Bye Plastic Bags (BBPB) pada tahun 2013 silam.

Hingga kini, BBPB telah memiliki 50 lebih tim global di tiap kota yang tergabung ke dalam jaringan BBPB dan tersebar di 29 negara. Antara lain, Yunani, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Thailand, Mesir, Jerman hingga Prancis. Di setiap kota juga memiliki satu orang pemimpin untuk mengelola program.

Tangkapan layar dari byebyeplasticbags.org

Melati yang tinggal di Bali mulai prihatin dengan permasalahan lingkungan setelah ia menyadari bahwa sampah merupakan salah satu masalah besar yang harus dituntaskan. Ia yang pada saat itu berusia 12 tahun dan Isabel yang berusia 10 tahun akhirnya terjun untuk mencari solusi mengenai sampah yang tersebar di pantai dan jalanan.

Dilansir dari CNN, pada tahun 2018, Melati dan Isabel juga melakukan gerakan untuk membersihkan Bali yang melibatkan 20 ribu relawan dan mengumpulkan 65 ton sampah. Mereka juga mendorong pelarangan penggunaan plastik hingga mengancam mogok makan untuk menarik perhatian Pemerintah Bali.

Dalam acara TIME 100 Talks tersebut, Melati juga mengatakan bahwa anak-anak muda sekarang tidak perlu menunggu untuk tumbuh dewasa jika ingin melakukan perubahan. “Temukan sesuatu, satu hal yang menjadi passion-mu dan lakukanlah!,” ucap Melati Wijsen.  

Melati, Isabel dan gerakannya itu telah disorot oleh berbagai media internasional, seperti Forbes, The Sydney Morning Herald, Al-Jazeera, CNN hingga Independent. Mereka juga hdir dalam beberapa forum seperti menjadi pembicara  di TED TALK, London, Inggris membicarakan krisis sampah Bali. Hingga diundang dalam Konferensi Sampah Laut Dunia di San Diego, Amerika Serikat. (*)

Related Articles
Portrait
Komang Sudiarta, Pendiri Komunitas Malu Dong yang Abdikan Diri Urusi Sampah

Interest
Separuh Sampah Plastik Sekali Pakai di Dunia Berasal dari 20 Perusahaan

Current Issues
Kenaikan Kasus Covid-19 Pupuskan Harapan Jadi Pusat Pariwisata Asia Tenggara