Current Issues

Vaksin Moderna Klaim Dapat Berikan Perlindungan dari Varian Baru Covid-19

Dwiwa

Posted on January 26th 2021

Moderna Inc meyakini jika vaksin Covid-19 buatan mereka tetap dapat memberikan perlindungan dari varian baru yang ditemukan di Inggris dan Afrika selatan. Meski begitu, Mereka juga tengah melakukan pengujian pada booster baru yang ditujukan untuk varian Afrika Selatan.

Dilansir dari Reuters, pengumuman tersebut disampaikan Moderna pada hari Senin (25/1). Dalam pengujian yang mereka lakukan, tidak ditemukan adanya penurunan dalam respon antibodi terhadap varian yang ditemukan di Inggris.

Tetapi terhadap varian Afrika Selatan, ditemukan adanya respon yang berkurang tetapi diyakini dua dosis vaksin yang diberikan masih akan memberikan perlindungan. Inilah alasan mengapa mereka menguji booster baru untuk varian tersebut.

Moderna mengatakan sedang melihat apakah suntikan booster – baik dari vaksin yang sudah ada atau suntikan baru yang dirancang untuk melindungi dari varian Afrika Selatan – dapat tersedia di masa depan jika muncul bukti bahwa perlindungan yang diberikan menurun.

“Virus tidak akan diam saja. Sementara strain yang ada tampaknya terlindungi dengan baik oleh Covid-19 kami ... penting bagi kami untuk tetap waspada dan mengembangkan alat potensial dan tindakan pencegahan yang memungkinkan kami untuk terus mengalahkan pandemi,” ujar Presiden Moderna Stephen Hoge.

Moderna berharap vaksin mereka saat ini tetap melindungi setidaknya satu tahun setelah dua dosis diberikan secara lengkap. Mereka tidak berencana melanguji dosis ketiga sampai setidaknya enam bulan setelah program itu selesai.

Analis Jefferies Michael Yee mengatakan dalam catatan penelitian, hal ini menggembirakan bahwa respon antibodi vaksin Moderna terhadap Afrika Selatan masih di atas level yang memberikan perlindungan. Yee juga mengatakan bahwa kecepatan Moderna dalam merancang kandidat booster baru menjadi bukti fleksibilias teknologi baru mRNA yang menjadi dasarnya.

Selain Moderna, vaksin buatan Pfizer Inc dan BioNTech SE juga diklaim dapat melindungi terhadap varian yang ditemukan di Inggris. Tetapi untuk varian dari Afrika Selatan, hasil pengujian belum diungkap.

Seperti diketahui, munculnya varian virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mutasi virus akan membuat vaksin menjadi kurang efektif.

Dr Paul Offir, pakar penyakit menular Universitas Pennsylvania dan anggota panel penasehat vaksin FDA mengatakan bahwa dia hanya sedikit khawatir vaksin tidak akan melindungi terhadap varian baru tersebut.

Menurutnya, agak mengkhawatirkan memang melihat respon antibodi penetral yang lebih rendah, tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak terlindungi. Bahkan di tingkat yang paling rendah sekalipun mungkin masih cukup melindungi dari infeksi serius.

“Tujuan dari vaksin ini adalah untuk menjauhkan kalian dari rumah sakit dan terhindar dari kamar mayat. Jika kalian mendapatkan infeksi tak bergejala atau hanya ringan tidak akan menjadi beban bagi sistem perawatan kesehatan,” ujarnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Kabar Baik! Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 dari Moderna Aman untuk Remaja

Current Issues
Studi: Mayoritas Orang Mungkin Tidak Perlu Dosis Vaksin Covid-19 Keempat

Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya