Tech

Pesawat Supersonik AS2 Diluncurkan 2024, New York-London Hanya 4,5 Jam

Jingga Irawan

Posted on January 26th 2021

CNN

Perlombaan menciptakan transportasi masa depan tak hanya terjadi pada mobil listrik saja. Saat ini, perusahaan pembuat pesawat juga memasuki perlombaan panas untuk membuat jet supersonik komersil terbaik.

Kabar terbaru, produsen pesawat terbang, Aerion Coorporation, memiliki model AS2 yang punya teknologi super cepat. Kecepatannya mampu membawa pesawat ini terbang dari New York ke London hanya dalam waktu 4,5 jam. Saat ini, mereka sedang membangun kantor pusat baru di Florida menjelang produksi massalnya pada 2023 mendatang.

Jet AS2 dapat memuat 8-12 penumpang, yang akan melakukan perjalanan dengan kecepatan 1.4 Mach (lebih dari 1.000 mph). Kecepatan itu berarti dapat memotong tiga setengah jam waktu perjalanan standar dari New York ke Cape Town, dan lebih dari empat jam perjalanan antara JFK-Singapura dan JFK-Sydney.

CNN

Aerion telah mendapatkan pesanan domestik dan internasional. Di mana nilai pesanan itu mencapai 6,5 miliar USD. Atau setara dengan Rp 91 triliun. Perusahaan itu berencana membuat 300 pesawat, dalam waktu 10 tahun produksi. Penerbangan pertama AS2 dijadwalkan pada 2024. Dan, perusahaan juga akan membawa pesawat itu turun ke pasar pada 2026.

Sejak tahun 1960-an, pesawat supersonik telah digunakan sebagai pertahanan militer era Perang Dingin (AS-Soviet), maupun kebutuhan eksperimen penerbangan. Tujuan utama dari diciptakannya supersonik adalah untuk memangkas waktu penerbangan.

Disusul oleh penciptaan pesawat supersonik Concorde untuk penerbangan komersial dan transportasi sipil pada 1976. Pesawat ini dikembangkan bersama oleh Inggris dan Prancis. Kemudian, maskapai British Airways menggunakannya untuk melayani penerbangan dari London ke berbagai kota di negara lain. Begitu pun Air France yang memulai penerbangan dari Paris ke Brasil.

Sayangnya, pengoperasian pesawat Concorde hanya bertahan sampai 2003 saja. Baik British Airways maupun Air France menghentikan layanan tersebut karena dinilai memakan biaya operasional dan dampak lingkungan yang terlalu besar.

Pesawat Super dengan Bahan Bakar Sintesis

Turbofan yang digunakan dalam AS2 merupakan produksi GE Aviation. Sedangkan, untuk desain badan pesawat Aerion telah berkolaborasi dengan Spirit AeroSystems, yang menjadi produsen dan pemasok aerostruktur tingkat satu terbesar di dunia.

Aerion juga bekerja sama dengan Honeywell untuk menciptakan kokpit penerbangan canggih, merancang prosesor, tampilan sensor, dan sistem kontrol penerbangan AS2.

Pesawat masa depan ini juga dikabarkan tidak akan bergantung pada bahan bakar fosil. Melainkan bahan bakar sintesis. Perusahaan juga berkomitmen pada program reboisasi yang berkelanjutan untuk memastikan penggantian pelepasan karbon bagi setiap pelanggan penerbangan.

"Kami harus merancang pesawat yang sangat efisien dengan pembakaran bahan bakar serendah mungkin, jadi kami menghabiskan 10 tahun memikirkan tentang aerodinamika canggih dan mesin hemat bahan bakar. Kami telah merancang secara khusus seputar kebisingan dan emisi," kata Tom Vice, CEO Aerion dikutip dari CNN Travel pada Selasa, (26/1).

Persaingan dengan XB1

Pesawat supersonik AS2 milik Aerion akan menyaingi perusahaan Boom Supersonic, yang sebelumnya meluncurkan jet superonik XB-1 pada 2020. Pesawat itu diperkirakan melakukan uji coba pertamanya pada 2021. Pesawat ini menjadi pesawat supersonik pertama yang dikembangkan secara independen.

Dijuluki Baby Boom, pesawat ini merupakan prototipe awal dari jet komersial supersonik Boom yang akan datang, yakni Overture. Nantinya Overture digadang memiliki kecepatan maksimum Mach 2.2. Dan membuatnya mampu terbang dari London ke New York hanya dalam 3,5 jam, sementara A2S mampu sampai dalam waktu 4,5 jam. (*)

Related Articles
Tech
Era Pesawat Supersonik Kembali, Diluncurkan Mulai 2025

Interest
Awas! Jangan Sampai Hal Ini Menimpa Kalian Saat Naik Pesawat

Tech
TikTok Ungguli YouTube untuk Waktu Tonton Rata-Rata di AS dan Inggris