Hobi

5 Mangaka Perempuan di Balik Komik Jepang yang Populer

Ahmad Redho Nugraha

Posted on January 26th 2021

Industri kreatif Jepang tidak didominasi oleh kaum adam saja. Ada banyak kreator perempuan yang sukses di Jepang lewat karya-karya mereka yang fenomenal. Sebut saja misalnya Naoko Takeuchi, kreator Sailor Moon.

Nah, di balik sejumlah komik juga terdapat beberapa mangaka perempuan. Mereka tidak melulu membuat manga shoujo atau genre romance. Beberapa dari mereka bahkan sukses dengan karya shonen bergenre fantasi. Bahkan, ada yang berhasil bersaing melawan manga-manga shonen mainstream lainnya.

Siapa saja mereka? Mainmain.id kali ini merangkum 5 orang mangaka perempuan Jepang yang karyanya paling populer!

 

1. Naoko Takeuchi

Naoko Takeuchi adalah sosok di balik salah satu manga fantasi shoujo terbaik sepanjang masa, Sailor Moon. Takeuchi memang dikenal sebagai mangaka shoujo, atau lebih dikenal dengan sebutan serial cantik di Indonesia pada 90-an. Tapi Sailor Moon tetap menjadi karyanya yang paling fenomenal.

Takeuchi lahir di Kofu, Yamanashi pada 1967. Saat SMA, dia bersekolah dengan seragam angkatan laut khas siswi SMA Jepang serta bergabung dengan ekskul astronomi. Kedua hal tersebut menjadi salah satu sumber inspirasinya dalam membangun IP Sailor Moon.

Takeuchi juga kerap menggunakan nama teman atau keluarganya sebagai nama karakter manganya. Salah satunya Shingo, adik laki-lakinya. Tidak banyak yang tahu jika selain aktif di dunia mangaka, Naoko Takeuchi sebenarnya merupakan seorang sarjana farmasi. Dia juga menikah dengan Yoshihiro Togashi, mangaka Yuyu Hakusho dan Hunter x Hunter.

 

2. Clamp

CLAMP bukan hanya satu orang, melainkan empat orang perempuan yang membentuk sebuah klub mangaka. Mereka adalah Nanase Ohkawa, Mokona, Tsubaki Nekoi dan Satsuki Igarashi. Bersama-sama, tim ini telah melahirkan berbagai karya yang terkenal seperti Cardcaptor Sakura, Tsubasa Reservoir Chronicle, dan Xxx Holic.

Selain menciptakan manga, mereka juga mendesain karakter untuk anime Code Geass.

CLAMP awalnya dibentuk pada awal tahun 1980-an dan beranggotakan 11 orang perempuan. Mereka pada mulanya mengerjakan doujinshi, yaitu komik buatan fans atau yang sekarang serupa dengan fanfiction.

CLAMP baru terjun ke dunia profesional pada 1987. Lambat laun, tim mereka menjadi semakin ramping hingga pada akhirnya hanya menyisakan empat orang anggota yang bertahan sampai sekarang. Meski terkenal berkat Tsubasa Reservoir Chronicle, sebagian besar manga CLAMP di awal kariernya sebenarnya memiliki alur cerita yang dark dan bahkan terkadang sadistik.

 

3. Hiromu Arakawa

Siapa sangka jika pemilik nama Hiromu Arakawa ini seorang perempuan? Berbeda dengan kebanyakan mangaka perempuan yang membuat manga shoujo, Arakawa justru terjun ke dunia shonen dengan karya fenomenalnya, Full Metal Alchemist.

Arakawa terkenal karena alur cerita manganya yang rumit, cerdas dan interaksi karakter-karakternya yang sangat dinamis. Full Metal Alchemist sendiri bergenre fiksi ilmiah yang banyak menyinggung topik. Mulai tentang sejarah, politik hingga kimia. Perempuan kelahiran Hokkaido ini kerap keluar-masuk perpustakaan untuk melakukan riset dalam pengerjaan manganya.

Arakawa lahir dari keluarga peternak di Hokkaido, dengan tiga orang kakak perempuan dan satu orang adik laki-laki. Tujuh tahun setelah tamat SMA, dia mengambil kursus melukis sekali sebulan. Ia juga aktif mendalami pembuatan manga empat koma dan doujinshi. Dia baru terjun ke dunia kreatif pada tahun 1999, setelah pindah ke Tokyo dan bekerja di studio Square Enix.


4. Rumiko Takahashi

Siapa yang tidak tahu Inuyasha? Anime Inuyasha yang pernah tayang di Indosiar pada awal 2000-an. Dulu anime itu bukan hanya disukai oleh penonton laki-laki, tetapi juga perempuan.

Inuyasha sudah mempopulerkan kisah percintaan dan petualangan pasangan perempuan manusia dan laki-laki separuh serigala, jauh sebelum munculnya Twilight.

Sosok mangaka Inuyasha ternyata adalah seorang perempuan bernama Rumiko Takahashi. Sebelum terkenal dengan Inuyahsa, Takahashi sempat mengerakan beberapa manga lain seperti Urusei Yatsura dan Maison Ikkoku.

Urusei Yatsura dan Inuyasha mengantarkan mangaka berusia 63 tahun ini memenangkan penghargaan Shogakugan Manga Awards. Hingga dua kali, di dua tahun berbeda.

Rumiko Takahashi juga menerima penghargaan Grand Prix de la ville d'Angoulême pada 2019 lalu. Penghargaan itu menjadikannya sosok perempuan sekaligus warga negara Jepang pertama yang menerima penghargaan tingkat internasional tersebut.

Pada 2020, Pemerintahan Jepang memberikannya medali dengan pita ungu sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya terhadap kebudayaan dan kesenian.

Rumiko Takahashi juga terkenal sebagai sosok mangaka perempuan paling kaya di dunia. Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diterbitkan di berbagai negara. Diperkirakan saat ini 200 juta jilid manganya telah terjual di seluruh dunia.

 

5. Fumiya Sato

Fumiya Sato bukan nama yang asing bagi penggemar cerita detektif dan misteri. Manga karangannya, Detective Kindaichi dan Detective School Q adalah saingan lama dari Case Closed alias Detektif Conan karya Aoyama Gosho dalam manga bergenre kriminal.

Tidak banyak informasi yang beredar di internet tentang mangaka satu ini. Namun yang jelas diketahui banyak orang, Fumiya Sato terlahir dengan nama Fumiko Sato dan kini berusia 55 tahun.(*)

Related Articles
Hobi
Sambut Anniversary ke-15, Code Geass Siap Rilis Anime Baru dan Game Smartphone

Hobi
Berdasarkan Survei, Ini Deretan Manga yang Endingnya Paling Dinantikan Orang

Hobi
Kreator Cardcaptor Sakura Berkolaborasi dalam Anime Baru Tentang Card Game