Lifestyle

Benarkah Dark Mode Bermanfaat untuk Kesehatan Mata?

Dwiwa

Posted on January 24th 2021

(Getty Image via Insider)

Menatap layar smartphone atau perangkat digital lain dalam jangka waktu lama sering membuat mata merasa kelelahan. Saat mengalami keluhan seperti ini, sebagian orang sering memberitahu kita untuk mengaktifkan mode gelap atau dark mode agar lebih nyaman untuk mata.

Tetapi benarkah dark mode benar-benar bisa membantu menjaga kesehatan mata?

Dilansir dari Insider, meskipun tampaknya dark mode membuat mata sedikit lebih nyaman saat menatap gawai, tetapi ini tidak bisa mencegah gejala ketegangan mata, seperti sakit kepala dan mata kering.

"Mode gelap akan mengurangi tingkat cahaya biru yang dipancarkan dari layar perangkat elektronik. Tapi mungkin tidak sampai pada tingkat yang akan berpengaruh pada dampak buruk cahaya biru di makula," ujar dokter Brian M. DeBroff. Ia adalah direktur katarak dan operasi implan lensa intraokular di Yale Medicine Ophthalmology.

Makula ini terletak di tengah retina dan sangat penting untuk penglihatan yang sehat. Degenerasi makula yang berkaitan dengan usia adalah salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan.

Menurut Debroff, tingkat cahaya biru khas yang berasal dari paparan elektronik tidak signifikan dalam hal risiko kerusakan retina atau degenerasi makula. Selain itu, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan jika dark mode dapat menurunkan ketegangan mata. Kerusakan mata yang serius atau komplikasi tidak terlalu berisiko saat menggunakan gawai.

Lalu apa sebenarnya manfaat dari mode gelap?

Mode gelap mungkin tidak membantu melindungi penglihatan, tetapi ternyata ini berguna untuk membantu pengguna yang biasa menggunakan gawai sebelum tidur bisa lebih cepat terlelap.

Seperti diketahui, menggunakan perangkat yang memancarkan cahaya biru di malam hari membuat kewaspadaan kita meningkat sehingga sulit untuk tidur. Oleh karena tujuan dark mode mengurangi cahaya biru, mungkin manfaatnya bisa dirasakan di malam hari.

Apalagi cahaya biru dipercaya dapat menekan melatonin, hormon yang membantu kita tidur. Pada sebuah studi kecil di 2012 misalnya. Kala itu ada temuan bahwa cahaya biru menekan melayonin dua kali lebih lama dari cahaya hijau. Namun perlu penelitian lebih lanjut dengan skala besar untuk memperkuat klaim tersebut.

"Apakah cahaya biru dapat mempengaruhi produksi melatonin dan ritme sirkadian adalah klaim yang populer, tetapi juga belum terbukti secara ilmiah," jelas DeBroff. Ia pun menggatakan jika menggunakan dark mode bukan pengganti metode untuk mengurangi ketegangan mata.

Nah, jika kalian pengguna gawai yang sering menatap layar berlama-lama, berikut beberapa tips yang direkomendasikan DeBroff untuk mencegah dan mengurangi ketegangan mata.

- Istirahatkan mata dari layar setiap 20 menit

- Sesuaikan ukuran teks di layar agar lebih mudah dibaca

- Gunakan kacamata yang tepat untuk penglihatan

- Gunakan tetes air mata untuk mencegah mata kering

- Jika semua tips di atas tidak membantu, segera konsultasikan dengan dokter mata terdekat.(*)

Artikel Terkait
Tech
Apakah Filter Cahaya Biru Benar-Benar Membantu Tidur Lebih Baik?

Lifestyle
Tahu Nggak Sih, Ternyata Gelap Itu Baik untuk Tubuh Loh

Lifestyle
Lakukan Hal ini Untuk Kurangi Dampak Buruk Paparan Cahaya Saat Tidur