Current Issues

5 Barang yang Kurang Laku di E-commerce Selama Pandemi, No. 3 Kalian Banget

Mainmain.id

Posted on January 24th 2021

Selama pandemi Covid-19, aktivitas pembelian barang di e-commerce memang melonjak. Sebab banyak orang lebih memilih mengurangi pertemuan langsung. Tapi, ternyata tak semua barang laku loh. Ada yang penjualannya malah menurun selama pandemi.

Menurut "Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru" yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS), ada beberapa barang yang mengalami penurunan penjualan selama pandemi. Data itu didapat BPS dengan merekam tren belanja di situs e-commerce sebelum dan selama pandemi. Dalam kurun waktu Januari-Juni 2020.

Dari data itu, ternyata barang yang mengalami penurunan terbanyak pertama adalah rol film dan cetak foto. Produk kategori ini mengalami penurunan penjualan tertinggi, 79 persen. Sebelum pandemi penjualannya produk tersebut mencapai 17,8 juta unit. Tapi, selama pandemi hanya 14 juta unit terjual.

Produk-produk yang penjualannya menurun di e-commerce lainnya didominasi oleh produk non-kebutuhan pokok. Misalnya hijab segi empat, alat tulis, goodie bag, dan kartu undangan.

Hijab segi empat ada di posisi kedua untuk produk yang mengalami penurunan penjualan selama pandemi. Sebelum pandemi, produk ini bisa laku sampai 4,5 juta unit. Lalu, selama pandemi turun menjadi 1,9 juta unit. 

Dan di nomer tiga ada alat tulis. Sebelum pandemi, alat tulis termasuk pensil dan pulpen bisa laku 4 juta. Selama pandemi turun hingga hanya laku 1,7 juta. Mungkin karena pengguna pensil dan pulpen banyak pelajar, ketika pandemi dua alat itu tidak banyak digunakan. Kan beberapa sekolah menerapkan proses belajar mengajar digital. Bahkan menyelesaikan tugas pun ada yang lewat Google classroom.

Di urutan keempat dan kelima, ada goodie bag serta kartu undangan. Dua barang itu mengalami penurunan penjualan selama pandemi. Sebelum pandemi goodie bag bisa laku 5,1 juta unit. Sementara saat pandemi hanya 2,8 juta. Sedangkan kartu undangan sebelum pandemi bisa laku 4,1 juta unit. Dan ketika pandemi hanya laku 2,1 juta unit.

BPS juga punya data produk yang mendadak laris di toko online selama pandemi guys. Kalian tentu sudah tahu produk itu berkategori makanan dan minuman, kesehatan, rumah tangga, elektronik, serta ponsel dan tablet.

Dikutip dari Lokadata, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, tren transaksi itu menggambarkan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semakin menyesuaikan dengan kondisi pandemi. "Karena banyak di antara mereka yang bekerja dan sekolah dari rumah,” katanya.

Lantaran tak semua rumah dilengkapi jaringan internet berbayar, penjualan paket data juga meningkat drastis. Penjualan paket data sebelum pandemi mencapai 7,2 juta unit. Lalu, selama pandemi, ada 10 juta paket terjual. Misalnya, penjualan paket data itu rata-rata Rp 50 ribu, maka total penjualan paket selama pandemi bisa mencapai Rp 500 miliar loh.(*)

Related Articles
Current Issues
Tes GeNose C19 Mulai Dipakai, Harus Bersih 30 Menit Sebelumnya. Begini Detilnya

Current Issues
Berisiko Tinggi, 20 Persen Pegawai Supermarket Ternyata Terpapar Covid-19

Current Issues
Penelitian: Kekebalan Antibodi Pasca Covid-19 Menurun dari Waktu ke Waktu