Tech

Pria 78 Tahun Ini Kembali Bisa Melihat Lagi Berkat Operasi Kornea Sintetik

Ahmad Redho Nugraha

Posted on January 23rd 2021

Teknologi medis saat ini terus berkembang. Manusia dapat mengimbangi kemunculan penyakit-penyakit baru yang bermunculan di dunia, bahkan bisa menemukan solusi pengobatan bagi penyakit yang sudah ada selama ini. Yang terbaru, untuk pertama kalinya dokter mata di dunia berhasil melakukan tranplantasi kornea sintetik kepada pasien tuna netra.

Opthalmology Times melaporkan, operasi tersebut dilakukan pada 11 Januari lalu di Rumah Sakit Bellinson, Israel. Prosedur operasi dilakukan lewat kerjasama dengan rumah sakit startup Israel, CorNeat.

Subjek dari transplantasi kornea ini adalah seorang laki-laki berusia 78 tahun. Ia telah kehilangan penglihatannya sejak 10 tahun lalu akibat hilangnya fungsi kornea. Nah, kornea sintetis yang ditanam di dalam bola matanya tersebut diberi nama KPro.

KPro didesain dengan lapisan nano-tissue sintetis yang ditanamkan di bawa konjungtiva --selaput tipis yang menutupi permukaan bola mata.

Dr. Gilad Litvin, kepala petugas medis CorNeat Vision sekaligus pencipta alat tersebut mengatakan, prosedur operasi tersebut relatif sederhana dan dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 1 jam.

CorNeat sebelumnya telah memenuhi syarat uji klinis pada Juli 2020 lalu. Perusahaan startup ini pada mulanya menyeleksi 10 pasien tuna netra kornea. Ada dua kategori pasien yang bisa mengikuti seleksi itu. Pertama, mereka yang pernah mengalami kegagalan transplantasi kornea di masa lalu. Kedua, mereka yang tidak memenuhhi syarat untuk transplantasi kornea.

"Prosedur operasi tersebut cukup sederhana dan hasilnya jauh melampaui ekspektasi kami," ujar Prof. Irit Bahar, kepala bagian ophtalmogoli di Rumah Sakit Beilinson. "Momen pelepasan perban (mata) tersebut adalah saat-saat yang sangat emosional. Kami merasa puas sekali sebagai dokter."

"Setelah bertahun-tahun bekerja keras, melihat proses impantasi CorNeat Pro dengan mudah dan menyaksikan sendiri manusia memperoleh kembali penglihatannya adalah hal yang sangat menggetarkan emosi," imbuh Dr. Litvin.

Transplantasi kornea memang sudah lama bisa dilakukan untuk mengembalikan penglihatan seseorang. Namun prosedur tersebut terhambat karena sulitnya mendapatkan donor kornea. Di sisi lain, permintaan akan donor kornea sangat tinggi.

Sebelumnya, kornea babi menjadi solusi alternatif. Namun kesuksesan dengan kornea sintetik ini akan mengubah prosedur operasi kornea secara keseluruhan. Menurut Bahar, prosedur baru ini akan dapat membuat jutaan pasien tuna netra di seluruh dunia memperoleh kembali penglihatan mereka.(*)

Related Articles
Tech
Sensor Mirip Plester Luka Ini Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kulit

Interest
Benarkah Virus Corona Dapat Menyebar Melalui Mata?

Current Issues
83 Persen Penyintas Covid-19 Lebih Kebal dari Infeksi, tapi Masih Tularkan Virus