Interest

Benteng-Benteng di "Star Cities" Bukti Kehebatan Teknik Rekayasa Era Renaisans

Jingga Irawan

Posted on January 22nd 2021


Bourtange, Belanda-Digital Globe (Getty Images)

Star Cities merupakan sebutan bagi kota-kota yang dikelilingi oleh benteng pertahanan berbentuk bintang. Kota-kota semacam ini tersebar di seluruh Eropa. Keindahan geometris Star Cities baru bisa dilihat sepenuhnya ketika dipotret dari atas.

Benteng semacam ini dirancang dan dibangun pada abad ke-16 hingga 17. Ilmu membangun pertahanan berbentuk bintang semacam ini muncul di Italia selama era Renaisans. Tembok tinggi dan vertikal cocok diterapkan di dataran rendah agar melindungi benteng dari serangan musuh.

Sementara, parit-parit dibuat lebar, pohon-pohon di tanam mengelilingi benteng, tanah dibentuk sedemikian rupa agar mengecoh pasukan pengepung dan tak mendekati tembok. Benteng semacam ini berfungsi dalam pertahanan militer selama perang antar kerajaan di Eropa berlangsung.

Gaya arsitektur yang rumit namun cantik ini dikembangkan oleh beberapa insinyur militer pada masanya, antara lain, Sébastien Le Prestre de Vauban yang berasal dari Prancis dan Menno van Coehoorn dari Belanda

Keberadaan Star Cities merupakan bukti kehebatan teknik rekayasa dan pembangunan ratusan tahun lalu. Sayangnya, perkembangan di dunia militer membuat benteng pertahanan itu tidak lagi eksis di masa sekarang. Kini, sebagian besar area benteng tersebut telah dipadati oleh pemukiman penduduk, namun keaslian bentuknya masih terjaga.

Berikut adalah beberapa wilayah yang masih memiliki Star Cities,

Belanda: Naarden, Brielle, Heusden, Willemstad dan Bourtange


Naarden (Hans Blossey/Alamy)

Belanda adalah tujuan utama bagi kalian yang tertarik dengan arsitektur "kota bintang". Pemberontakan Belanda (1566-1648) memaksa penduduk dan ahli militer untuk membangun benteng tersebut. Pemberontakan itu dilakukan Belanda untuk melawan pemerintahan Spanyol

Naarden adalah salah satu kota berbentuk bintang paling mengesankan di Belanda. Letaknya 20 kilometer sebelah timur dari Amsterdam. Kota ini seluruhnya dikelilingi oleh dua garis benteng dan dua pengairan berbentuk cincin. Naarden juga sering disebut sebagai kota berbentuk bintang paling sempurna di dunia.

Brielle (Shutterstock)

Selain Naarden, benteng lain juga ditemukan di Kota Brielle. Benteng di kota ini dibangun oleh pelaut saat perang kemerdekaan Belanda dan dibangun sekitar tahun 1572. Meskipun saat ini keberadaannya kalah populer dengan dermaga Rotterdam Europoort -pelabuhan komersil terbesar di Eropa- namun garis tembok dan paritnya masih tertata rapi mudah dilihat dari potret udara.

Willemstad (Shutterstock)

Selain Naarden dan Brielle, benteng-benteng lain juga dibuat di era yang sama, yakni Heusden, Willemstad dan Bourtange. Kini seluruhnya berhasil diabadikan sebagai peninggalan sejarah bangsa yang kuno dan Indah.

Italia: Palmanova dan Peschiera del Garda

Palmanova (Shutteestock)

Terletak di antara perbatasan  Italia dan Slovenia, Palmanova adalah kota geometris klasik yang masih  terpelihara. Orang-orang Venesia membangunnya pada akhir abad ke-16 untuk mempertahankan perbatasan timur laut. Sementara, bagian baratnya berada di bawah perlindungan benteng Peschiera del Garda,

Palmanova dan Peschiera del Garda telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO (bersama dengan dengan benteng Venesia lainnya di era yang sama).

Peschiera del Garda (Hans Blossey/Alamy)

Portugal: Almeida dan Elvas

Almeida (Shutterstock)

Almeida terletak di Portugal bagian Utara, sangat dekat dengan perbatasan Spanyol, kota ini memiliki benteng berbentuk bintang yang mengesankan.

Sementara, 200 kilometer dari Lisbon, terdapat benteng Elvas. Benteng ini menjadi bagian dari tujuh benteng pertahanan dan dua benteng lainnya yang selama berabad-abad menjaga perbatasan timur Portugal dari serangan Spanyol.

Perancis: Neuf-Brisach

Neuf-Beisach adalah kota bintang di Prancis yang memiliki status sebagai Situs Warisan Dunia, dan menjadi bagian dari jaringan benteng yang dibuat oleh Sébastien Le Prestre de Vauban, insinyur militer terhebat masa pemerintahan Louis XIV.

Kota ini dirancang untuk penggunaan campuran, antara sipil dan militer, mengikuti gagasan kontemporer saat itu tentang bentuk "kota ideal", desainnya berbentuk segi delapan dan jalannya diatur berbentuk kotak persegi.

Republik Ceko: Terezín


Terezin (Milan Vachal/CTK/AP)

Selama Perang Dunia I, Terezin ini digunakan sebagai kamp penjara politik. Gavrilo Princip, orang yang memicu perang dengan membunuh Archduke Franz Ferdinand, meninggal di sini pada tahun 1918 karena tuberkulosis. Setelah Nazi mengambil alih Cekoslowakia, Gestapo menggunakan sebagian fasilitas benteng ini sebagai penjara dan seluruh kota kemudian diubah menjadi kamp konsentrasi.

Polandia: Zamosc

Kota tua Zamosc merupakan salah satu kota tua yang mempertahankan sebagian besar tata letak keasliannya sejak abad ke-16. Arsitektur kota ini berasal dari berbagai belahan Eropa. Sebab, Zamosc adalah pusat wilayah perdagangan dari timur dan barat.

Kroasia: Karlovac

Karlovac (Shutterstock)

Kota bintang berbentuk heksagonal ini dibangun oleh Habsburg pada 1579 sebagai benteng pertahanan untuk perlindungan diri dari kehebatan Dinasti Turki Utsmani. Meskipun, di pinggiran kota bangunan modern telah berkembang, ansambel kota tua Karlovac dan arsitektur yang harmonis tetap terjaga dengan baik.(*)

Related Articles
Current Issues
Muncul Varian Baru Covid-19, Penerbangan dari Inggris Diblokir Sejumlah Negara

Interest
Pulau Eksotis Ini Rela Bayar Kita untuk Berkunjung Setelah Pandemi

Current Issues
Eropa Minta Kaum Muda Bantu Hentikan Penyebaran Covid-19