Interest

Seluruh Cuitan Trump di Akun Twitter @POTUS Tetap Diabadikan National Archieves

Jingga Irawan

Posted on January 22nd 2021

Tangkapan layar oleh mainmain

Saat menjabat sebagai Presiden AS ke-45, Donald Trump sangat rajin ngetweet. Entah lewat akun pribadinya @realdonaldtrump ataupun akun President of the United States (POTUS). Ada saja yang diunggah di Twitter. Mulai dari mengomentari fenomena politik, julid terhadap seorang tokoh negara lain, atau memuji kinerja timnya.

Nah, ketika akun pribadi Donald Trump kini masih ditangguhkan oleh Twitter, National Archieves and Records Administrations tetap akan mengarsipkan kicauan Trump yang dilakukan lewat akun @POTUS. Artinya, Donald Trump tetap akan diperlakukan sama seperti presiden-presiden AS sebelumnya.

National Archieves juga telah meluncurkan situs web bernama Donald J. Trump Presidential Library, Rabu (20/1). Situs tersebut akan menyimpan seluruh informasi mengenai Donald Trump, riwayat administrasi pemerintahannya, cuitan di Twitter hingga unggahannya di Facebook.

Nah, bagi kalian yang kepo tentang apa aja sih postingan kontroversial Trump dulu saat menjabat, kalian bisa mengakses trumplibrary.gov. Di sana telah muncul beberapa pilihan widget yang bakal mengarahkan langsung ke jenis informasi apa yang kalian butuhkan.

Nggak hanya arsip aktivitas media sosial milik Trump saja yang disimpan, melainkan juga istrinya, Melania Trump, mantan wakil presiden, Mike Pence, hingga beberapa menteri dan staff-nya.

Alasan National Archieves menyimpan aktivitas akun media sosial tersebut adalah banyaknya pejabat administrasi Trump yang menggunakan akun pribadi ketika menjalankan urusan pemerintahan.

Sampai artikel ini tayang di mainmain, widget "Achived Social Media" belum bisa diakses sepenuhnya. Namun, departemen itu berjanji akan menyajikan konten media sosial tersebut sesegera mungkin. Sementara, informasi dan riwayat Donald Trump yang lain sudah bisa diakses kok.

Pengarsipan tentang mantan presiden ini lahir karena kongres membuat undang-undang Perpustakaan Kepresidenan pada 1955. Perpustakaan Kepresidenan itu sekaligus berfungsi untuk mempromosikan pemahaman orang tentang kepresidenan di AS. Sejak aturan tersebut ada, Trump Library merupakan Perpustakaan Kepresidenan ke-15, yang dioperasikan oleh Arsip Nasional.

"Mereka melestarikan dan menyediakan akses ke bahan-bahan sejarah, mendukung penelitian, dan membuat program dan pameran interaktif yang mendidik dan menginspirasi," kata perwakilan departemen itu dalam siaran pers saat mengumumkan peluncuran situs Trump Library.

Sekedar diketahui, ketika terjadi pergantian presiden, akun-akun media sosial kepresidenan di AS juga turut diserahterimakan. Kini, akun POTUS resmi diserahkan pada Joe Biden dan timnya. Akun Twitter POTUS Biden kini telah mengumpulkan lebih dari 5,6 juta pengikut. Orang terkaya di dunia, Elon Musk juga mengikuti akun tersebut.

Nah, bagaimana dengan akun POTUS ketika masih dipakai Trump? Hal itu sudah diarsipkan dan dialihkan ke akun @POTUS45. Akunnya diberi nama “President Trump 45 Archieved”. Namun sampai saat ini Twitter masih menangguhkan akun pribadi Trump. Hal itu dilakukan setelah Trump dianggap sebagai provokator aksi di gedung Capitol pada 6 Januari lalu. Aksi itu dilatarbelakangi Trump dan pendukungnya yang tidak terima atas kekalahan pada Pilpres AS 2020.(*)

Related Articles
Current Issues
Facebook, Twitter, Snapchat dan YouTube Kompak Batasi Aktvitas Medsos Trump

Current Issues
Twitter dan Facebook Siap Serahkan Akun POTUS ke Joe Biden

Interest
Selain Batasi Perjalanan Dinas, Twitter Imbau Pegawainya Kerja dari Rumah