Current Issues

Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Tim Oxford Rancang Vaksin Versi Anyar

Dwiwa

Posted on January 21st 2021

Merebaknya varian baru virus corona di Inggris dan negara lain membuat tim dibalik vaksin Oxford bersiap untuk merancang versi baru dari formula mereka. Saat ini, mereka tengah menilai kemampuan vaksin buatannya dalam memberikan perlindungan terhadap varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Dilansir dari Independent, hasil analisa terkait kemampuan vaksin tersebut akan dirilis pada bulan depan. Meski begitu, mereka juga mengadopsi pendekatan “berisiko” dan berniat untuk mulai mensintesis versi baru dari vaksin tanpa menunggu untuk mengetahui apa yang dibutuhkan.

Hal ini muncul setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kepada House of Common bahwa Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) dapat menyetujui vaksin yang dimodifikasi secepat yang diperlukan untuk mengatasi varian baru dari virus corona yang sedang berkembang.

Para ilmuwan di Oxford yakin jika vaksin mereka tidak perlu diadaptasi sebagai respon terhadap varian Inggris yang dikenal sebagai B117. Data dari Pfizer dan BioNTech yang diterbitkan pada Rabu juga menunjukkan jika vaksin mereka kemungkinan besar bisa memberi perlindungan terhadap B117.

Namun untuk apakah vaksin Pfizer ini bisa memberikan perlindungan yang sama terhadap varian virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil masih dalam tahap analisa.

Seandainya memang diperlukan modifikasi pada vaksin Oxford, akan dibutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk kemudian ditanam di kultur sel dalam laboratorium. Kemudian, mitra farmasi Oxford, Astrazeneca akan memproduksi pasokan baru sebelum didistribusikan ke seluruh dunia, yang tentu makan banyak waktu.

Seorang juru bicara dari Universitas Oxford mengatakan kepada Independent jika virus telah berubah melalui mutasi dan mengarah pada munculnya varian baru. Selain itu, kita juga harus bersiap jika ada banyak varian baru yang teridentifikasi di 2021.

Mereka menyebut, perubahan terus dipantau oleh ilmuwan untuk mengantisipasi mutasi di masa depan. Universitas Oxford pun berhati-hati menilai dampak varian baru terhadap perlindungan vaksin dan mengevaluasi proses yang diperlukan jika pengembangan vaksin yang disesuaikan dibutuhkan di masa mendatang

Para ahli pun telah memperingatkan terkait ketidakpastian tentang varian baru dan prospek terjadinya reinfeksi. Mereka menegaskan jika mencegah penyebaran virus akan jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan vaksinasi.

Selain varian Inggris, varian Afrika Selatan bernama 501Y.V2 juga menjadi perhatian para ahli setelah penelitian menunjukkan jika mereka mungkin dapat menghindari respon imun yang dihasilkan oleh infeksi alami.

“Ini adalah alasan mengapa kalian tidak bisa hanya mengandalkan vaksin untuk keluar dari pandemi. Langkah pencegahan lain harus tetap dijalankan atau akan berakhir dengan varian berbeda dengan vaksin berbeda. Dan virus akan selalu menang dalam perlombaan itu, selalu,” ujar ahli  virus di Universitas Leed Stephen Griffin.

Ahli virus di Institute Penelitian Kesehatan Afrika Alex Sigal mengatakan jika virus yang diidentifikasi di Afrika Selatan tampaknya bisa menghindar dari antibodi sebelumnya. “Dunia telah meremehkan virus ini. Virus dapat berevolusi, ... beradaptasi dengan kita,” ujarnya.

Namun soal efektivitas vaksin dalam memberikan perlindungan dari varian Afrika Selatan, masih dibutuhkan analisis lebih lanjut. (*)

Related Articles
Current Issues
Vaksin Moderna Klaim Dapat Berikan Perlindungan dari Varian Baru Covid-19

Current Issues
Inggris Masukkan Varian Virus Corona Baru India ke Kategori Mengkhawatirkan

Current Issues
Data Inggris: Satu Dosis Vaksin Sudah Bisa Turunkan Risiko Keparahan Covid-19