Interest

Jungkat-Jungkit di Tengah Tembok AS-Meksiko Raih Penghargaan Bergengsi

Jingga Irawan

Posted on January 20th 2021

Anak-anak bermain jungkat-jungkit di tembok perbatasan AS-Meksiko (ABC)

Tembok perbatasan AS-Meksiko tampaknya akan menjadi sorotan dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya jungkat-jungkit berwarna pink menyala yang dibangun di tengah tembok tersebut telah memenangkan sebuah penghargaan desain bergengsi.

Design Museum di London yang menaungi Beazley Designs of the Year telah memberikan penghargaan untuk jungkat-jungkit bernama Teeter-Totter Wall tersebut. Jungkat-jungkit itu mendapat penghargaan kategori desain Transport terbaik 2020.

Beazley Designs of the Year selama ini kerap diibaratkan sebagai Oscar di dunia desain. Dan Proyek jungkat-jungkit itu berhasil mengalahkan lebih dari 70 nominasi dari puluhan negara di dunia. Termasuk "rompi anti tusuk" yang dirancang oleh Banksy untuk penyanyi Stormzy.

"Sangat bangga melihat proyek yang serius dan menyenangkan keluar sebagai pemenang pengharaan ini. Kemenangan ini tetap menjadi pengingat inventif dan pedihnya tentang bagaimana manusia dapat mengatasi kekuatan yang berusaha memecah belah kita," kata Tim Marlow, Kepala Eksekutif dan Direktur Design Museum, sebagaimana dikutip dari NPR, Rabu, (20/1).

Sejak dibangun pada 2019 di perbatasan El Paso, Texas, dan Ciudad Juárez, Teeter-Totter Wall tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari, baik orang dewasa maupun anak-anak rela mengantre bergantian untuk merasakan permainam jungkat-jungkit sederhana itu. Dengan begini, interaksi antara anak-anak di kedua negara terjalin hangat.

Ide Teeter-Totter Wall berasal dari Ronald Rael profesor arsitektur, Universitas California, Berkeley. Serta profesor desain Virginia San Fratello dari Universitas Negeri San Jose. "Kami benar-benar terkejut dengan penghargaan yang tidak terduga ini," kata Ronald Rael.

Mereka awalnya membuat rancangan konsep jungkat-jungkit tersebut dalam sebuah buku berjudul Borderwall As Architecture yang terbit pada 2017. Buku itu merupakan sebuah bentuk protes terhadap pembangunan tembok yang memisahkan antara AS-Meksiko.

Dalam bukunya, Rael dan Fratello menggunakan gaya penyampaian humoris dan merujuk pada sebuah daya cipta inovatif yang dapat mengatasi kesia-siaan pembangunan perbatasan di era Presiden Donald Trump itu. Dari sana muncul ide bagaimana tembok yang terbentang lebih dari 1000 km itu memiliki kegunaan yang positif.(*)

Related Articles
Interest
Jurnalis Sedang di Garda Terdepan Covid-19, Pengumuman Pemenang Pulitzer Ditunda

Interest
Dipaksa Lengser, Buzzer Balas Viralkan Meme Thanos Berkepala Trump

Interest
Agar Lebih Romantis, Ini 10 Kata Kunci Canva untuk Bikin Ucapan Valentine