Tech

Melunak, WhatsApp Tunda Pemberlakuan Kebijakan Data-sharing Baru

Ahmad Redho Nugraha

Posted on January 16th 2021

WhatsApp sepertinya melunak. Mereka mulai merevisi kebijakan privasinya yang nyeleneh. Kebijakan itu memang dianggap banyak orang tidak fair.

Melunaknya WhatsApp ini kemungkinan karena mereka khawatir ditinggalkan penggunannya. Sebab, sejak informasi mengenai kebijakan itu dikeluarkan, banyak orang memutuskan beralih ke aplikasi perpesanan Signal atau Telegram.

Sebagaimana diketahui, WhatsApp sempat "memaksa" penggunanya untuk menyetujui kebijakan barunya. Dalam kebijakan barunya, WhatsApp akan membagikan data penggunanya ke Facebook. Jika tidak bersedia, data pengguna akan di-suspend atau dihapus pada 8 Februari nanti.

Nah, pada Jumat (15/1) waktu Amerika Serikat, WhatsApp kembali membuat pengumuman. Mereka mengaku menunda kebijakan data-sharing hingga 15 Mei nanti, alias 3 bulan dari sekarang. Sikap tersebut diduga karena kebijakan barunya itu membuat pengguna marah. Kemarahan bukan hanya dituangkan dengan berganti aplikasi, tapi juga lewat tuntutan hukum. Di India hal tersebut sudah terjadi.

"Kami sekarang memundurkan tenggat waktu bagi para konsumen untuk meninjau dan menyetujui peraturan baru kami. Tidak akan ada data yang dihapus atau di-suspend pada tanggal 8 Februari nanti," tulis WhatsApp dalam unggahan di situs mereka.

Pihak WhatsApp juga mengatakan jika mereka akan melakukan lebih banyak klarifikasi untuk meluruskan salah paham publik mengenai cara kerja kebijakan privasi dan keamanan WhatsApp. Dengan begitu WhatsApp bisa memberikan waktu lebih pada penggunanya untuk menentukan sikap.

"Selama ini ada banyak misinformasi yang mencemaskan. Kami ingin menolong semua orang untuk memahami prinsip kami dan fakta yang sebenarnya," lanjut WhatsApp.

Pada awal Januari, WhatsApp meminta sebagian penggunanya untuk menyetujui peraturan baru terkait pengelolaan data privasi pengguna. Kebijakan baru itu keluar lewat pop-up ketika pengguna mengakses WhatsApp. Dalam pop-up itu terdapat sejumlah informasi yang intinya, data pengguna WhatsApp seperti identitas dan lokasi dapat dibagikan dengan Facebook. Pengguna diharuskan menyetujui peraturan baru itu sebelum 8 Februari jika ingin terus menggunakan akunnya.

Informasi tersebut menimbulkan misinformasi bagi sebagian pengguna WhatsApp. WhatsApp yang telah dibeli oleh Facebook sejak 2014 lalu sebenarnya memang telah membagikan sebagian kecil informasi penggunanya kepada Facebook. Tepatnya sejak 2016 silam. Namun memang itu dilakukan secara diam-diam.

"Tidak ada yang berubah pada update kali ini. Justru update ini menyertakan opsi baru dalam mengontak akun bisnis WhatsApp dan menyertakan transparansi yang lebih baik tentang bagaimana kami mengumpulkan dan mengelola data," tulis WhatsApp.

WhatsApp menambahkan, update kebijakan privasi itu juga tidak akan menambah kapasitas mereka dalam berbagi data penggunanya kepada Facebook.

Hingga saat ini, setidaknya ada 10 juta pengguna WhatsApp yang beralih ke Signal dan Telegram. Hal tersebut sempat membuat signal menjadi aplikasi teratas di App Store, di 40 negara dan menempati peringkat 18 di Google Play Store. Apalagi, maestro teknologi Elon Musk juga sempat menyerukan agar pengguna WhatsApp pindah ke Signal.(*)

 
Related Articles
Tech
Facebook Kini Muncul dengan Tampilan Baru untuk Versi Desktop

Tech
Sering Lihat Konten Lama Diunggah Ulang di FB? Fitur Baru Ini Akan Mencegahnya

Tech
Facebook Hadirkan Vanish Mode di Messenger dan Instagram