Current Issues

Microsoft dan Perusahaan Teknologi Lain Bersatu Buat Sistem "Paspor Vaksin"

Ahmad Redho Nugraha

Posted on January 15th 2021

Setelah vaksin Covid-19 diproduksi dalam skala massal, proses vaksinasi pun mulai dijalankan. Proses ini kemungkinan berlangsung hingga 2022 mendatang. Lantas bagaimana cara menandai siapa saja yang sudah divaksin dan siapa yang belum?

Ini yang menjadi perhatian serius sejumlah perusahaan besar, lembaga kesehatan, dan lembaga nirlaba. Pada Kamis (14/1) kemarin mereka mengumumkan kerjasama penciptaan sistem paspor vaksinasi digital. Dengan sistem itu, status vaksinasi Covid-19 setiap orang bisa terekam dalam database digital.

Nama gerakan ini adalah The Vaccinacion Credencial Initiative (VCI). Gerakan itu diinisiasi koalisi perusahaan-perusahaan teknologi seperti Microsoft, Oracle, Salesforce, Cerner, Epic System dan Mayo Clinic. Mereka bekerjasama mengembangkan standar teknologi bagi semua orang untuk dapat merekam dan mengakses data vaksinasi mereka secara digital.

Orang-orang yang tidak memiliki ponsel nantinya akan menerima cetakan kode QR untuk mengakses informasi tersebut.

Teknologi buatan gerakan VCI itu nantinya akan bekerjasama dengan beberapa lembaga penerbangan. Saat ini sejumlah maskapai seperti Virgin Atlantic, United Airlines, Swiss International Air Lines, Lufthansa, dan JetBlue sudah memanfaatkan sebuah kartu kesehatan digital bernama CommonPass. Kartu digital itu untuk membuktikan penumpang telah dinyatakan negatif Covid-19.

CommonPass sendiri pada mulanya dibuat oleh salah satu anggota VCI, yakni Common Project Foundation. Sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Jenewa. CommonPass didesain untuk menjadi kartu penganal berstandar internasional.

"Tujuan dari Vaccination Credential Initiative adalah untuk menjembatani setiap orang dengan akses digital terhadap perekaman hasil vaksinasi mereka, sehingga mereka dapat menggunakan alat seperti CommonPass untuk bepergian, bekerja, dan bersekolah dengan aman," terang Paul Meyer, CEO Commons Project Foundation seperti dikutip dari Business Insider.

Jika VCI sudah aktif beroperasi, maka semua orang yang melakukan perjalanan, khususnya perjalanan antar negara tidak akan perlu lagi melalui proses pengecekan Covid-19.

Dr. Brad Perkins, kepala bagian kesehatan Commons Project mengatakan, VCI nantinya dapat dimanfaatkan sebagai kartu akses di dalam aktivitas sehari-hari di luar rumah. Seperti di kantor, sekolah, toko swalayan, acara konser, dan event olahraga. VSI nantinya bisa diakses via aplikasi gratis. Lewat cara itu orang-orang dapat membuktikan jika mereka telah divaksin atau belum.

Sebelumnya, pemerintah Inggris sudah terlebih dahulu membuat sistem paspor kesehatan mereka sendiri yang dikembangkan oleh iProov (perusahaan biometrik) dan Mvine (grup keamanan digital).(*)

Related Articles
Current Issues
Negara-negara Ini Sudah Berikan Vaksin Covid-19 Booster untuk Remaja

Current Issues
Ilmuwan Tiongkok: Mutasi Coronavirus Tertentu Lebih Mematikan

Current Issues
Studi: Banyak Efek Samping Vaksin Covid-19 Disebabkan Efek Nocebo