Current Issues

Dear Gen Z, Waspada Yuk! CDC Sebut Usia di Bawah 24 Tahun Rentan Kena Covid-19

Dwiwa

Posted on January 15th 2021

 

Ada sebuah temuan mengejutkan yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC). Dalam laporan mingguan kesakitan dan kematian (MMWR) pada 13 Januari mengungkap perubahan yang jelas pada kelompok usia yang rentan terpapar Covid-19.

“Kasus Covid-19 pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda telah meningkat sejak musim panas 2020, dengan insiden mingguan berturut-turut lebih tinggi di setiap kelompok usia yang meningkat,” jelas penelitian tersebut seperti dilansir dari Bestlife.

Mereka melakukan pemeriksaan data antara 1 Maret dan 12 Desember 2020 dan menemukan bahwa 2.871.828 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di laboratotium diketahui merupakan anak-anak dan dewasa muda berusia di bawah 24 tahun.

Temuan itu juga menunjukkan jika 57,4 persen kasus dilaporkan pada dewasa muda antara umur 18-24 tahun dengan kasus menurun secara signifikan pada kelompok umur yang lebih muda.

Temuan ini pun memprediksikan jika dewasa muda mungkin lebih berkontribusi dalam penularan komunitas dibanding anak-anak yang lebih kecil.

Meski begitu, data menunjukkan bahwa jumlah remaja dan anak-anak yang terkena virus terus meningkat. “Di antara anak-anak, remaja, dan dewasa muda, kejadian mingguan (kasus per 100 ribu orang) meningkat seiring bertambahnya usia dan tertinggi selama minggu terakhir periode peninjauan (Minggu di 6 Desember) di antara semua kelompok usia,” jelas penelitian tersebut.

Temuan ini tampaknya akan membuka kembali perdebatan soal aman atau tidaknya mengembalikan siswa ke pembelajaran tatap muka. Namun sebuah penelitian lain menemukan jika menutup sekolah memiliki dampak terhadap penularan komunitas.

Menurut CNBC, para peneliti di Swiss Federal of Technology di Zurich menemukan jika menutup seluruh skeolah di Swiss menurunkan tingkat penularan sebesar 21,6 persen. Ini berada di urutan ketiga di belakang pelarangan pertemuan (sekitar 25 persen) dan menuutup bar dan restoran (22,3 persen) sebagai cara efektif untuk menghentikan penyebaran Covid.

Anak-anak tidak kebal

Penelitian lain yang dilakukan oleh Universitas Minnesota yang dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatric pada 11 Januari menemukan jika anak-anak yang dirawat di rumah sakit sembilan kali lebih banyak dibanding saat musim semi.

“Ini menunjukkan bahwa Covid masih memiliki potensi untuk menyebabkan penyakit serius pada anak-anak. Tampaknya anak-anak tidak kebal. Mereka tetap berisiko,” ujar penulis penelitian Pinar Karaca-Mandic PhD, kepada The New York Times.

Dan sebuah studi lain yang dilakukan oleh Imperial College London, belum ditinjau rekan sejawat, menemukan bahwa adanya varian Covid-19 baru yang diidentifikasi di Inggris tampaknya lebih mudah menular pada anggota populasi yang lebih muda.

“Ada petunjuk bahwa ini memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak. Apa yang kami lihat selama periode lima atau enam minggu adalah varian ini ditemukan secara statistik signifikan lebih tinggi dibanding virus non varian pada usia di bawah 15 tahun,” ujar Neil Ferguson, PhD, seorang ilmuwan di Imperial College dan salah satu penulis penelitian tersebut.

Waduh, ternyata tren sudah bergeser ya sekarang. Justru anak-anak muda yang banyak tertular Covid-19 dan bukan lagi orang lanjut usia seperti pada awal pandemi.

Nah karena itu, yuk kita semakin rajin menerapkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan. Ini bukan semata-mata untuk membuat kita terhindar Covid, tetapi tindakan sederhana ini juga bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang rentan sakit parah saat terpapar. (*)

Related Articles
Current Issues
Varian Delta Makin Merajalela, Ini Alasan Mengapa Remaja Juga Harus Waspada

Current Issues
Perketat Prokes, Varian Delta yang Lebih Menular Sudah Menyebar di Indonesia

Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta