Current Issues

Vaksinasi Covid Tahap Satu Sudah Dimulai, Ini Golongan yang Tak Boleh Divaksin

Dwiwa

Posted on January 15th 2021

 

Vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac telah mendapatkan ijin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapat sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Proses vaksinasi pun sudah dimulai pada 13 Januari dengan penerima pertama Presiden Joko Widodo.

Vaksinasi massal tahap pertama mulai dilakukan pada 14 Januari dengan target para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia dan akan terus dilanjutkan hingga 182 juta penduduk Indonesia mendapat vaksin.

Meski vaksin Covid-19 ini akan tersedia gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi tidak semua orang akan mendapatkan vaksin. Ada sejumlah kriteria yang membuat seseorang malah tidak diperbolehkan mendapat vaksin.

Untuk saat ini, vaksin yang tersedia masih diperuntukkan bagi orang dewasa berusia 18-59 tahun. Jadi untuk sementara anak-anak masih belum mendapat suntikan karena menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

Lalu siapa saja sih yang tidak boleh mendapatkan suntikan vaksin ini? Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan RI orang-orang dengan kondisi tertentu memang tidak diperbolehkan untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Berdasarkan proses skrining, orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19, wanita hamil dan menyusui, hingga memiliki tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg), tidak diperbolehkan divaksin. Selain itu, orang yang memiliki penyakit penyerta juga tidak boleh divaksin kecuali jika penyakit terkendali.

Beberapa diantaranya adalah memiliki penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dll), ginjal kronis, rematik autoimun atau rheumatoid arthritis, penyakit saluran pencernaan kronis, hipertiroid atau hipotiroid akibat autoimun, serta penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais dan penerima produk darah atau tranfusi.

Selain itu, penerima vaksin juga tidak boleh mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir. Anggota keluarganya juga tidak boleh ada yang melakukan kontak erat/suspek/terkonfirmasi/sedang menjalani perawatan akibat Covid-19.

Saat akan divaksin suhu tubuhnya juga tidak boleh melebihi 37,5 derajat celcius atau pemberian vaksin harus ditunda. Sementara bagi penderita diabetes melitus tipe 2, yang terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen bisa mendapat vaksin.

Sedangkan orang yang memiliki HIV juga tidak boleh mendapat vaksin jika CD4-nya di bawah 200 atau tidak diketahui. Nah, kurang lebih seperti itu kondisi orang yang tidak akan diberikan vaksin ya. Jadi, mulai dicek yuk apakah kita masuk dalam kriteria penerima atau justru yang tidak boleh divaksin. (*)

Related Articles
Current Issues
Antibodi Sinovac Disebut Masih Lebih Dari 90 Persen 3 Bulan Pasca Vaksinasi

Current Issues
25 Relawan Uji Klinis Sinovac Positif Covid-19, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Current Issues
Viral Raffi Ahmad Pesta Usai Divaksin, Sebenarnya Apa Sih Yang Harus Dilakukan?