Interest

Fans Ramai-ramai Buat Petisi Lawan RPS Fanfic dan Deepfake. Apa Itu?

Delima Pangaribuan

Posted on January 14th 2021

(Koreaboo)

Dunia Twitter Korea Selatan lagi ramai sama dua isu yang lumayan sensitif. Melansir Koreaboo, isu ini menimbulkan protes dan petisi dari para fans Kpop. Kedua isu yang dimaksud adalah terkair RPS fanfic dan deepfake. Apaan, tuh?

RPS fanfic atau Alpaseu (pengucapan RPS dalam bahasa Korea) merupakan satu jenis fanfiction atau fanart yang terinpirasi dari gambaran idol asli, namun dikaitkan dengan unsur-unsur sesama jenis. Misalnya ceritanya dibikin kalau idol-idol ini penyuka sesama jenis. Dan kebanyakan Alpaseu berlabel 18+ alias masuk konten dewasa yang isinya tentu saja banyak cerita/gambar tak senonoh.

Yang kedua, deepfake. Ini adalah sebutan untuk penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) di mana pengguna bisa mencomot wajah idol sungguhan untuk ditempelkan di gambar-gambar atau video. Yang sebagian besar, tentu saja, berlabel 18+ alias konten dewasa.

Sebenarnya gak cuma idol KPop aja yang jadi korban, tapi persentasenya di seluruh dunia ternyata cukup tinggi. Sebanyak 25 persen korban deepfake di dunia internet adalah idol cewek KPop. Dari kedua jenis konten digital di atas, warganet Korsel menganggap keduanya sudah masuk ke ranah pelecehan seksual.

Menariknya, dari informasi yang dihimpun Koreaboo, warganet yang memprotes dan membuat petisi melawan deepfake adalah fans cewek alias fangirl. Sementara yang melawan RPS fanfic adalah fans cowok/fanboy. Ini bukan menggeneralisir ya, tapi kebanyakan kreator yang membuat deepfake adalah cowok, sementara kreator RPS fanfic kebanyakan cewek.

Protes dan petisi ini sendiri sebenarnya datang dari perdebatan antar fans. Awalnya isu RPS duluan yang mencuat, diprotes sama fanboy yang gak terima sama penggambaran laki-laki yang oversexualized dalam RPS. Mereka menuntut kreator RPS juga diperlakukan sama seperti pelaku Nth Room (kasus pelecehan seksual terbesar sepanjang sejarah Korsel untuk saat ini).

Mendengar protes itu, fans cewek pun berang. Kenapa penulis RPS doang yang diprotes, sementara pelaku deepfake yang mengobjektivikasi perempuan lebih banyak bertebaran di internet? Pembuat deepfake juga harus mendapat hukuman yang sama.

Meski berawal dari keributan, kita ambil saja sisi positifnya. Ujung-ujungnya, kedua kubu fans ini sama-sama protes dan membuat petisi untuk melawan segala bentuk RPS dan deepfake di internet. Isu ini bahkan diangkat juga oleh figur publik seperti rapper BeWhy dan Rohann. (*)

 

Related Articles
Interest
Sepanjang 2019 Fans K-Pop Posting 6 Miliar Tweet: Terbanyak BTS, EXO dan GOT7

Interest
Penggemar Super Junior dari Wuhan Minta Maaf, Takut Tulari Penonton Konser

Interest
10 Inspirasi OOTD Cardigan dari Jennie 'BLACKPINK'!