Current Issues

Viral Raffi Ahmad Pesta Usai Divaksin, Sebenarnya Apa Sih Yang Harus Dilakukan?

Dwiwa

Posted on January 14th 2021

Raffi Ahmad menjadi salah satu selebriti yang mendapatan vaksin CoronaVac dari Sinovac di hari yang sama dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/1). Dia dipilih untuk mewakili anak muda dan diharapkan bisa mendorong generasi muda untuk bersedia divaksin sehingga program vaksinasi nasional bisa sukses.

Namun belum 24 jam suami Nagita Slavina ini disuntik, berbagai laman media sosial telah dihebohkan dengan foto dirinya berpesta bersama teman-temannya. Bukan masalah pesta yang diperbincangkan, tetapi karena ayah beranak satu ini tampak tidak menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai foto yang beredar di media sosial.

Raffi sendiri telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf di akun Instagram pribadinya terkait beredarnya foto dirinya yang terlihat tidak mematuhi protokol. Tapi diluar kejadian itu, apa sih seharusnya yang kita lakukan jika sudah divaksin?

Dilansir dari wbez.org, meskipun sudah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Sebab, dibutuhkan waktu bagi vaksin untuk membuat tubuh memberikan respon dan mengembangkan perlindungan.

Pada vaksin Sinovac, perlindungan penuh baru akan didapat ketika sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin yang disebut memiliki efikasi 65,3 persen ini. Itu pun, masih butuh waktu dua minggu hingga 1 bulan dari suntikan vaksin kedua sampai tubuh mengembangkan perlindungan maksimal.

Jika baru disuntik vaksin dosis pertama, protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun tetap harus dilaksanakan dengan ketat. Bahkan vaksin Pfizer-BioNTech saja baru akan memberikan perlindungan 12 hari setelah dosis pertama, itupun baru mencapai 52 persen efektif beberapa minggu kemudian.

Baru ketika mendapat dosis kedua, tingkat efektivitasnya bisa mencapai 95 persen. Sedangkan Moderna, melaporkan jika tingkat perlindungan mencapai 51 persen dua minggu setelah dosis pertama dan 94 persen setelah suntikan kedua.

Selain itu, alasan mengapa protokol kesehatan tetap harus dijalankan adalah karena belum ada jawaban apakah vaksin ini mencegah kita tertular dan menulari orang lain atau tidak. Masih dilakukan penelitian oleh para ahli terkait hal ini.

Jadi, sementara jawaban belum ditemukan, meski sudah divaksin, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun tetap harus dilakukan. Mungkin akan timbul pertanyaan, kan sudah divaksin, masa masih bisa menulari orang lain sih.

Sekali lagi nih ya guys, ilmuwan masih meneliti perlindungan apa saja yang bisa diberikan oleh vaksin yang dikembangan dalam waktu singkat ini. Yang sudah pasti sih yang divaksin lebih minim mengalami keparahan kalau terpapar Covid.

Tetapi mungkin saja sistem imun kita tidak cukup hebat untuk menyingkirkan semua virus, sehingga masih ada beberapa yang bertahan dan berkembang. Dan ketika kalian bersin, batuk, berbicara, atau berteriak virusnya keluar jalan-jalan dan menulari orang lain.

Apalagi nih guys, Indonesia sekarang lagi panen kasus Covid-19. Di awal 2021, Indonesia bahkan telah mencetak rekor kasus harian berkali-kali. Mulai dari menembus angka 9 ribu, kemudian 10 ribu, dan Rabu (13/1) mencapai 11.278 kasus dan total sudah ada 858.043 orang Indonesia terinfeksi.

Jadi, entah sudah disuntik vaksin atau belum, protokol kesehatan jangan ditinggalkan ya guys. Semakin banyak yang patuh protokol, semakin cepat pandemi teratasi. Memangnya kalian nggak kangen sekolah sama kuliah lagi? (*)

 

Related Articles
Current Issues
Vaksinasi Covid Tahap Satu Sudah Dimulai, Ini Golongan yang Tak Boleh Divaksin

Current Issues
Presiden Jokowi Bakal Jadi yang Pertama Divaksin, Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu

Current Issues
Tunggu Persetujuan BPOM, Vaksinasi Massal Mungkin Dimulai Akhir Tahun Ini