Current Issues

Disanksi YouTube, Donald Trump Tidak Bisa Unggah Video

Ahmad Redho Nugraha

Posted on January 13th 2021

Sejumlah platform media sosial terus membatasi ruang gerak Donald Trump di media sosial. Setelah Twitter dan Facebook, kali ini YouTube juga melakukan tindakan serupa. Tindakan itu diambil juga karena konten Trump memicu potensi kekerasan.

Salah satu video yang dipermasalahkan YouTube diunggah pada Selasa (5/1) lalu. Video itu dinilai telah melanggar kebijakan YouTube yang berhubungan dengan kekerasan. Meski YouTube tidak secara langsung menyebutkan apa masalah dari video tersebut.

YouTube hanya mengatakan jika akun Donald Trump saat ini tidak bisa digunakan untuk mengunggah video, dalam jangka waktu 7 hari mendatang. Jangka waktu tersebut dapat ditambahkan sewaktu-waktu. Selain itu, semua video di akun YouTube Donald Trump juga tidak dapat dikomentari.

"Setelah peninjauan yang cermat, serta dengan mempertimbangkan potensi kelanjutan kekerasan yang terjadi saat ini, kami telah menghapus konten terbaru yang diunggah ke saluran Donald J. Trump dan menyatakan jika video tersebut melanggar kebijakan kami yang berkaitan dengan kekerasan," demikian juru bicara YouTube, seperti dilansir dari Business Insider.

Juru bicara itu menambahkan, jika channel Donald Trump melakukan pelanggaran kebijakan Youtube lagi, otomatis hukumannya adalah pemblokiran selama dua minggu. Dan pemblokiran permanen akan dilakukan jika pelanggaran dilakukan hingga tiga kali.

Mainmain sudah mencoba mengakses akun Donald Trump. Video-video di sana memang masih bisa dilihat. Namun fitur komentar ditutup. Akun Saat ini ada 2,78 pengguna YouTube yang berlangganan channel ini. Channel itu sendiri dibuat pada 17 Maret 2015. Sebelum Trump menjabat Presiden Amerika Serikat. Total sudah ada 825 juta view di channel itu.

Langkah YouTube memblokir akun Donald Trump sebelumnya sudahdilakukan Facebook dan Twitter. Facebook memblokir akun Trump hingga dua minggu. Sementara Twitter memblokir akun Trump secara permanen.

Di sisi lain, Google juga memblokir Parler, aplikasi media sosial yang populer di antara para pendukung Trump dari PlayStore. Google mengatakan jika Parler tidak memiliki kebijakan yang mendukung pencegahan tersebarnya konten pemicu kekerasan.(*)

Baca juga:

Facebook, Twitter, Snapchat dan YouTube Kompak Batasi Aktvitas Medsos Trump

 

 
Related Articles
Current Issues
Pasca Blokir Akun Donald Trump, Twitter Rugi Hingga 50 Miliar Dollar!

Current Issues
Facebook, Twitter, Snapchat dan YouTube Kompak Batasi Aktvitas Medsos Trump

Current Issues
Hati-Hati, Twitter Akan Suspend Akun yang Mengharapkan Kematian Donald Trump