Current Issues

Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Kok Warnanya Nggak Hitam?

Laili Fajry

Posted on January 12th 2021

Kabar baik hadir di tengah tragedi memilukan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Kotak hitam ditemukan di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Dikutip dari Kompas, Kotak hitam itu dibawa oleh kapal sea rider milik Kopaskal. Selanjutnya, kotak hitam itu akan dikirim ke JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk ditindaklanjuti. Setelah tiba di JICT, kotak hitam akan diserahkan ke tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diteliti lebih lanjut.

Kotak Hitam atau black box merupakan komponen yang paling dicari pasca terjadinya kecelakaan pesawat. Tapi, penampakannya kok oranye ya. Lalu apa yang disebut sebagai kotak hitam?

Black box merupakan istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan sebagai electronic flight data recorder atau perekam data penerbangan elektronik.

Black box ditemukan oleh ilmuwan Australia bernama Dr. David Warren pada 1950-an. Unit demonstrasi black box pertama diproduksi pada tahun 1957. Pada 1960 Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box untuk penerbangan komersial, yaitu setelah tragedi kecelakaan pesawat di Queensland.

Black box pada dasarnya adalah hard drive yang diperkuat berfungsi untuk merekam segala sesuatu mengenai riwayat suatu penerbangan. Yang disebut sebagai black box adalah Cockpit Voice Recorder (CVR), Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya seperti yang dimiliki pesawat modern.

CVR merekam dan menyimpan sinyal audio di dalam kokpit. Termasuk rekaman percakapan pilot, diskusi awak, pengumuman ke penumpang, transmisi radio, suara mesin, hingga alarm otomatis. CVR secara otomatis akan menghapus data audio lebih dari dua jam sejak penerbangan terakhir.

Sementara FDR merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang. Data yang direkam FDR mencangkup sekitar 700 parameter berbeda. Termasuk kondisi sayap, autopilot, pengukur bahan bakar, ketinggian pesawat, kecepatan udara, hingga arah pesawat.

Meski dinamai demikian, black box atau kotak hitam tidak memiliki bentuk kotak dan tidak berwarna hitam. Bentuk black box berupa silinder yang dipasang pada dua bagian logam besar. Bentuknya lebih mirip kompresor udara daripada alat perekam.

Istilah "box" atau "kotak" mengacu pada rekaman yang dibuat pada pita logam. Perekam ini kemudian digantikan oleh papan memori digital.

Sementara itu, warna internasional untuk black box bukanlah hitam, melainkan oranye. Black box diwarnai oranye untuk alasan kemudahan pengambilan. Pesawat mungkin akan jatuh di area-area yang kurang jelas secara visual seperti perairan, hutan, atau area yang tertutup reruntuhan pesawat itu sendiri. Sehingga warna oranye dinilai kontras dan diharapkan dapat mempermudah penemuannya apabila terjadi kecelakaan.

Selain warna yang mencolok, black box dilengkapi suar pencari yang bisa memancarkan sinyal dalam radius sekitar dua kilometer. Black box akan memancarkan sinyal secara otomatis saat kontak dengan air. Sinyal tersebut dapat terus dipancarkan hingga baterainya habis yakni sekitar satu bulan.

Dirancang dengan sangat kuat, Black box harus bisa bertahan dalam setiap kondisi terburuk sekalipun. Hal ini tentunya untuk melindungi data yang terekam dalam black box hingga dapat dievakuasi. Maka dari itu, black box dirancang sedemikian rupa dan melewati serangkaian uji ketahanan.

Black box diuji dengan ditabrakan ke dinding beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam. Benda ini juga harus menahan beban seberat 2,25 ton setidaknya selama lima menit, tahan air, dan tahan tekanan air hingga 6.000 meter di bawah permukaan air. Untuk pengujian suhu, black box harus bisa bertahan pada suhu 1.100° C selama satu jam dan 260°C selama 10 jam.(*)

Related Articles
Current Issues
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Sejumlah Puing Mulai Ditemukan

Current Issues
Selain Sriwijaya Air, Ini Sejumlah Kecelakaan Pesawat Tragis di Indonesia

Current Issues
Sebut Covid-19 Sebagai "Flu Ringan", Presiden Brazil Bolsonaro kini Positif