Tech

Gara-Gara WhatsApp “Berulah”, Signal dan Telegram Kebanjiran Pengguna Baru

Dwiwa

Posted on January 12th 2021

Kebijakan baru yang mewajibkan para pengguna WhatsApp untuk menyetujui persyaratan baru atau berhenti menggunakan platform perpesanan tersebut mulai menimbulkan dampak. Signal dan Telegram pun mendapatkan peningkatan permintaan secara tiba-tiba sejak pemberitahuan itu dijabarkan pada 6 Januari lalu.

Dalam ketentuan barunya, aplikasi perpesanan yang digunakan oleh sekitar dua miliar orang ini meminta pengguna menyetujui data mereka diteruskan ke Facebook dan anak perusahaannya, termasuk nomor ponsel dan lokasi, meski konten pesan tetap terenkripsi. Ini juga memungkinkan WhatsApp meluncurkan iklan dan e-commerce.

Gara-gara kebijakan tersebut, sejumlah aktivis privasi mempertanyakan langkah “terima pengambilan data kami atau keluar" di Twitter. Mereka bahkan menyarankan agar para pengguna beralih ke aplikasi lain seperti Signal dan Telegram. Begitu yang dilaporkan Reuters.

Popularitas Signal melonjak pada Kamis lalu setelah didukung oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk, yang memiliki salah satu akun dengan pengikut terbanyak di Twitter dan oleh bos teratas situs micro-blogging Jack Dorsey.

Lebih dari 100 ribu pengguna menginstal Signal di seluruh toko aplikasi milik Apple dan Google dalam dua hari setelah pengumuman, sementara Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan, berdasarkan perusahaan analisis data Sensor Tower.

Pemasangan baru WhatsApp turun 11 persen dalam tujuh hari pertama 2021 dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Tetapi jumlahnya masih sekitar 10,5 juta unduhan secara global.

Sementara itu, kepresidenan Turki mengatakan akan memindahkan grup WhatsApp-nya ke aplikasi perpesanan terenkripsi BiP, sebuah unit dari Turkcell Iletisim Hizmetleri AS, pada Senin.

Turkcell melaporkan ada sekitar 1 juta pengguna baru bergabung dengan BiP Messenger dalam 24 jam terakhir, menurut pernyataan perusahaan pada Minggu (10/1). Turkcell juga mengungkap jika aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 53 juta kali sejak diluncurkan pada 2013.

Dorongan untuk memonetisasi WhatsApp lebih banyak terjadi pada saat pertumbuhan pendapatan Facebook mendekati rekor terendah.

Kalau kalian bagaimana nih? Bakal tetap setia dengan WhatsApp dengan kebijakan barunya atau memilih hengkang dan beralih ke platform perpesanan lain seperti Signal dan Telegram?  (*)

Related Articles
Tech
Dear Pengguna WhatsApp, Pilih Hapus Akun atau Berikan Data ke Facebook?

Tech
Masalah Privasi WhatsApp Mulai Mendapat Tantangan Hukum di India

Current Issues
Ini Media Sosial yang Berjaya dan Tumbang dalam Satu Dekade