Current Issues

Vaksin Pfizer Diklaim Bisa Lindungi dari Mutasi Baru Covid-19

Dwiwa

Posted on January 9th 2021

 (AP Photo/Jae C. Hong)

Ketika vaksin datang, orang-orang masih khawatir karena munculnya mutasi baru Covid-19. Di mana mutasi itu menyebabkan virus lebih cepat menular. Namun kekhawatiran itu kini sedikit mendapatkan jawabnya. Sebab, penelitian terbaru menyebutkan jika vaksin Covid-19 Pfizer dapat melindungi varian baru virus corona tersebut.

Dilansir dari AP, hasil penelitian itu masih tahap awal. Dan baru dilakukan pada Pfizer. Tidak melihat pada dua vaksin lain yang digunakan di Barat, yakni Moderna dan AstraZeneca. Hasil temuan itu memberikan jawaban atas pertanyaan banyak orang tentang apakah mutasi virus dapat menghancurkan harapan mereka terhadap vaksin.

Pfizer dan peneliti dari University of Texas Medical Branch di Galveston telah melakukan tes laboratorium untuk memastikan apakah mutasi itu bisa menggagalkan vaksin yang telah mereka buat. Dalam percobaan laboratorium, ditemukan jika antibodi dari penerima vaksin Pfizer dapat menangkis virus. Namun temuan ini belum ditinjau oleh para ahli lain. Sebagai sebuah bentuk terakhir penelitian medis.

Menurut kepala petugas ilmiah Pfizer, Dr Philip Dormitzer, temuan awal itu setidaknya meyakinkan jika mutasi yang saat ini paling dikhawatirkan sepetinya tidak menjadi masalah dalam kemanjuran vaksin. Apalagi, secara konstan virus memang mengalami perubahan kecil saat menyebar dari orang ke orang.

Pakar penyakit menular Amerika Anthony Fauci dan ilmuwan Inggris menyebut jika varian baru virus corona ini tidak menghalangi antibodi yang dipicu vaksin.

Namun yang masih mengkhawatirkan adalah laporan adanya varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan. Di mana varian itu memiliki mutasi tambahan salah satunya bernama E484K. Studi Pfizer menemukan vaksin masih mungkin bekerja melawan 15 kemungkinan mutasi tambahan, tapi E484K tidak termasuk yang diuji. Meski begitu, Dr Dormitzer mengatakan E484K sudah ada dalam daftar penelitian berikutnya.

Jika pada akhirnya mutasi virus corona cukup mengganggu kemanjuran vaksin, itu berarti vaksin yang ada hanya tinggal perlu disesuaikan. Sama halnya dengan vaksin flu yang disesuaikan hampir setiap tahun. Melakukan hal itu tampaknya tidak akan sulit bagi vaksin seperti Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang memang dibuat dengan teknologi baru.

Dr Frederic Bushman dari University of Pennsylvania, yang melacak bagaimana virus bermutasi, mengatakan tak ada alasan bagi pengembang vaksin untuk tidak menindaklanjuti adanya varian baru saat ini.

Jenis mutasi yang mulanya ditemukan di Inggris itu kini juga didapati di Amerika Serikat dan puluhan negara lain. Varian ini telah menyedot perhatian global karena mereka menyebar lebih mudah, meskipun belum diketahui pasti seberapa banyak.(*)

Related Articles
Current Issues
Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 yang Digunakan Aman dan Bermanfaat

Current Issues
Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan mRNA Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona

Current Issues
Inggris Teliti Kombinasi Penggunaan Dosis Dari Dua Vaksin Covid-19 yang Berbeda