Interest

Penggunaan Smart Home Device Melonjak Selama Pandemi, Gen Z Paling Banyak Beli

Dwiwa

Posted on January 8th 2021

Keharusan orang-orang untuk tinggal di rumah aja selama pandemi Covid-19 ternyata juga membuat kebiasan hidup berubah. Orang-orang tampaknya semakin mengandalkan smart home device untuk membantu kehidupan sehari-hari mereka.

Dilansir dari Gizmochina, sebuah survei yang dirilis Xiaomi pada 7 Januari mengungkap sejak Maret 2020, sekitar 70 persen konsumen telah melaporkan melakukan perubahan dalam lingkungan hidup mereka. Dan, 51 persen melaporkan pembelian setidaknya satu perangkat pintar selama periode tersebut.

Lockdown global telah memaksa jutaan orang untuk di rumah telah mengubah cara orang berinteraksi dan tinggal di rumah. Hal itu mendorong orang menata ulang ruang kosong di tempat tinggal mereka agar semakin nyaman saat digunakan untuk bekerja.

Apalagi dengan para siswa sekolah yang juga harus belajar dari rumah sehingga tempat tersebut diubah menjadi semacam lingkungan fungsional satu atap dengan semua fasilitas yang dibutuhkan. Mulai bekerja, belajar, berolahraga, dan hiburan.

Berdasarkan survei tersebut, 60 persen responden mengatakan sangat sulit untuk mendapatkan kegembiraan di rumah karena memaksa untuk menggabungkan waktu santai dan lingkungan kerja.

Sekitar 63 persen dari responden telah membeli lebih banyak perangkat rumah pintar. Sementara 82 persen menyusun ulang sebagian rumah mereka untuk aktivitas kerja selama lockdown Covid-19, dan 79 persen menata ulang satu kamar atau lebih.

Daniel Desjarlais, Global Product Marketing Manager of Xiaomi, dalam komentarnya tentang survei tersebut menekankan bahwa tujuan smart living selalu tentang mengoptimalkan ruang fisik. Tujuannya memberikan solusi cerdas untuk masalah dan realitas baru lewat  teknologi sebagai kendaraan perubahan tersebut. Apalagi perubahan itu kini dipercepat oleh pandemi.

Lebih jauh lagi, Desjarlais mengatakan bahwa rumah yang terhubung, sistem otomatis, dan teknologi baru saat ini mengkatalisasi penciptaan ekosistem baru di dalam rumah. Tujuannya memecahkan masalah dan tantangan baru untuk tinggal di rumah lebih lama.

Hasil survei menunjukkan bahwa mengatur ruang telah dilakukan oleh semua usia. Sebanyak 66 persen responden mengatakan bahwa mereka dipaksa beradaptasi dengan rumah yang kini banyak berfungsi ganda. Ya sebagai tempat tinggal, "sekolah" dan "kantor" selama pandemi.

Dalam survei ini Gen-Z dan Milenial merupakan 91 persen konsumen smart home device. Sebanyak 80 persen milenial dan Gen Z merasa mereka melakukan hal itu karena terpaksa harus lebih banyak di rumah. 

Rata-rata dua perangkat smart home dibeli responden selama periode lockdown. Sedangkan segmen Gen-Z rata-rata membeli tiga perangkat.

Survei juga menunjukkan bahwa mayoritas responden telah membeli perangkat rumah pintar berencana untuk terus menggunakannya meski pandemi telah usai. Mereka juga berniat memperbarui perangkat seperti tersebut jika kembali terjadi lockdown di 2021.

Adopsi dan integrasi solusi rumah pintar akan menjadi tren selanjutnya karena konsumen mencari perangkat pintar untuk efisiensi dan bantuan.

Perangkat pintar dari jam tangan olahraga hingga speaker pintar memang membantu banyak orang menghadapi hal-hal normal baru di waktu senggang dan kebugaran di rumah.

Ekosistem cerdas juga membantu otomatisasi tugas harian rutin, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, perangkat rumah pintar akan terus berkembang dalam relevansinya di luar era pandemi. Xiaomi dengan cepat menjadi pelopor global dalam perangkat pintar dan terus memperluas jajarannya ke berbagai segmen pasar perangkat pintar.

Nah, kalau kalian sendiri, selama pandemi sudah membeli perangkat pintar apa saja nih? (*)

Related Articles
Current Issues
Belum Berakhir, Ahli Prediksi Pandemi Covid-19 Dapat Berlangsung Hingga 2 Tahun

Current Issues
Covid-19 Telah Mengubah Persahabatan, Apa Pertemanan Kalian Juga?

Current Issues
Membatasi Kapasitas Ruangan Dapat Menurunkan Infeksi Covid-19 Secara Signifikan