Current Issues

Facebook, Twitter, Snapchat dan YouTube Kompak Batasi Aktvitas Medsos Trump

Jingga Irawan

Posted on January 8th 2021

Anna Moneymaker (The New York Times)

Facebook, Twitter dan Instagram membatasi sementara akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena diidentifikasi menyebarkan konten yang menyebarkan ajakan kekerasan.

Langkah itu dilakukan setelah keributan yang terjadi di US Capitol Rabu (6/1). Awalnya akun Facebook milik Donald Trump diblokir selama 24 jam. Sementara, Twitter menangguhkan akunnya selama 12 jam ditambah menghapus cuitan Trump.

Namun, melihat keadaan di US Capitol semakin ricuh hingga menyebabkan 4 orang tewas, Facebook akhirnya memblokir akun Trump setidaknya selama 2 minggu ke depan sampai Joe Biden dilantik pada 20 Januari 2021 mendatang.

Mark Zuckerberg berpendapat bahwa jika mereka tetap mengizinkan Trump mem-posting konten, maka risikonya bisa memicu kerusuhan lebih lanjut.

"Karena itu, kami memperpanjang blokir yang kami tempatkan di akun Facebook dan Instagram tanpa batas waktu dan setidaknya selama dua minggu ke depan sampai transisi kekuasaan yang damai selesai," tulis Mark dalam sebuah postingan di Facebook.

Sementara Twitter belum memperpanjang kebijakan untuk menangguhkan akun Donald Trump lebih lanjut setelah tiga cuitannya dihapus karena dianggap melanggar kebijakan.

Namun, menurut Twitter, jika akun tersebut melakukan pelanggaran kembali, mereka bakal mengambil langkah memblokir secara permanen akun @realDonaldTrump.

"Kami terus mengevaluasi situasi secara real-time, termasuk memperhatikan aktivitas di lapangan dan pernyataan yang dibuat dari Twitter. Kami akan menjaga publik diinformasikan, termasuk jika eskalasi lebih lanjut dalam pendekatan penegakan kami diperlukan,” kata perwakilan Twitter dikutip dari BBC pada Jum’at (8/2).

Sedangkan YouTube telah menghapus sebuah video oleh Trump yang dianggap menyebarkan informasi yang salah dan melanggar kebijakan tentang penyebaran penipuan pemilu. Lagi-lagi, dalam video tersebut Trump mengatakan bahwa Pemilu telah dicurangi.

Begitu pun juga Snapchat yang membatasi Presiden ke 45 itu untuk membuat postingan baru. Tetapi tidak menjelaskan lama waktu pembatasan itu diberlakukan.

Karena hampir semua akun media sosial presiden dibatasi, Dan Scavino, direktur sosial media di Gedung Putih menggunakan akun pribadinya untuk mengunggah pernyataan atas nama presiden.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari,” katanya mengutip pernyataan Trump.

"Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk Make America Great Again!,” lanjut Dan Scavino

Beberapa jam setelah kekerasan semakin meningkat di US Capitol, Trump meminta para pendukungnya untuk kembali ke rumah dengan damai. Dia juga menyebut pendukungnya sebagai seorang ‘patriot’ dan ‘istimewa’ sembari mengulang-ulang kalimat kecurangan dalam pemilu.

Meskipun demikian, Trump telah mengunggah sebuah video berdurasi 2 menit 41 detik di Twitter pada Jum’at (8/2) yang menyatakan bahwa perusuh tidak menghormati hukum dan demokrasi yang ada di Amerika Serikat, serta menegaskan bahwa perusuh tidak merepresentasikan moral AS sesungguhnya.

Ia kemudian mengatakan telah mengerahkan para penegak hukum untuk mengamankan US Capitol. Yang mana pernyataan tersebut bertentangan dengan video sebelumnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Trump Bakal Bikin Platform Media Sosial Sendiri Setelah Akun Twitternya Diblokir

Current Issues
Gedung Putih Gandeng Twitter, Facebook dan Snapchat Kampanyekan Vaksinasi di AS

Current Issues
Twitter dan Facebook Siap Serahkan Akun POTUS ke Joe Biden