Sport

Kasus Jacob Blake dan Demo Pendukung Trump Picu Gejolak di NBA

Mainmain.id

Posted on January 7th 2021

Selama ini circle NBA tak sekedar membicarkan soal basket. Namun mereka juga aktif dalam kampanye seputar keadilan rasial di Amerika Serikat (AS). Hal tersebut tak terjadi di luar lapangan, tapi juga di arena pertandingan.

Sebut saja bagaimana para pemain NBA berhasil mendorong operator liga agar terlibat aktif dalam kampanye keadilan rasial pasca penembakan warga keturunan Afro-American, George Floyd. Keterlibatan aktif itu akhirnya terwujud dalam beberapa hal. Di antaranya memasang tulisan BlackLivesMatter besar-besar di lapangan.

Para pemain juga diperbolehkan menggunakan jersey dengan tulisan-tulisan yang selama ini digunakan untuk dalam aksi-aksi #BlackLivesMatter. Bahkan beberapa laga NBA sempat dihentikan kala terjadi aksi brutal lagi terhadap warga Afro-American, Jacob Blake. Nah, potensi gangguan itu mungkin bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Penyebabnya pelaku penembakan Jacob Blake, Rusten Sheskey tak mendapatkan dakwaan atas kesalahannya. Sheskey adalah petugas polisi Kenosha yang menembak Jacob Blake sebanyak tujuh kali, yang membuatnya lumpuh pada 23 Agustus 2020 lalu.

Menurut CNN, tidak ada tuntutan untuk dua petugas lainnya yang terlibat insiden tersebut. Mereka adalah Vincent Arenas dan Brittany Meronek. Keduanya bakal dibebaskan dari segala tuduhan setelah Departemen Kehakiman Wisconsin menyatakan bahwa Jacob Blake memiliki pisau dan senjata api di kendaraannya.

Klub NBA Milwaukee Bucks pun langsung bereaksi. Melalui akun sosial medianya, Bucks mengeluarkan pernyataan resmi berisi komitmen mereka untuk berjuang demi keadilan sosial. Bucks adalah tim yang pertama kali melakukan boikot pertandingan di "gelembung" Orlando saat terjadi penembakan Blake.

Bintang Los Angeles Lakers, LeBron James juga menyesali kasus itu lewat akun media sosialnya. Pelatih Brooklyn Nets, Steve Nash juga turut berkomentar sebelum pertandingan melawan Utah Jazz, hari Rabu malam (6/1), waktu setempat. Nash menyebut hasil akhir dari kasus Blake sangat menjengkelkan. Padahal petugas jelas-jelas penembakan Blake secara brutal.

Demo anarkis di Washington DC antara petugas keamanan dan massa pendukung Donald Trump juga bisa jadi pemicunya. Demo itu terjadi Rabu siang waktu setempat. Terjadi setelah Kongres Amerika Serikat menggelar sidang untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden pada pemilihan umum presiden 2020. Trump meminta seluruh pendukungnya menolak pengesahan tersebut. Ia menuduh terjadi kecurangan dalam pemilu 2020. Pendukung Trump pun anarkis.

Boston Celtics dan Miami Heat yang memainkan pertandingan di hari itu sebenarnya sempat melakukan boikot, menyikapi aksi anarkis pro-Donald Trump di gedung Capitol Amerika Serikat itu. Sekitar 20 menit sebelum tip-off, kedua tim tak terlihat di lapangan. Namun para pemain akhirnya muncul, dan laga bisa digelar tepat waktu.

Sebagai gantinya mereka membuat surat terbuka mengecam perkembangan kasus Jacob Blake. Kalangan NBA juga membandingkan sikap aparat pada kasus Blake, Floyd, dan para pendemo anarkis di gedung Capitol.

Tidak ada anjing polisi yang menyerang orang, tidak ada tongkat untuk memukul demonstran, bahkan orang-orang dibawa keluar dari Capitol dengan damai. Berbeda sekali perlakuannya pada kasus-kasus orang kulit hitam selama ini,” kata Pelatih kepala Philadelphia 76ers, Doc Rivers.(*)

Related Articles
Sport
Tiga Hari Absen, NBA Bakal Lanjutkan Playoff Sabtu Ini

Sport
29 Pesan Sosial yang Bisa Dipasang di Jersey Pemain NBA

Current Issues
NBA, MLB dan MLS Tunda Pertandingan, Dampak Protes Penembakan Brutal Jacob Blake