Current Issues

Jepang Bikin Pelabuhan Antariksa Terapung, Bisa Bawa Kalian ke Luar Angkasa

Dika Afandi N

Posted on January 6th 2021

Jepang sedang merancang sebuah proyek besar bernama Spaceport City, yang akan dibangun di salah satu kota metropolitan. Proyek tersebut adalah sebuah pelabuhan antariksa yang menjulang dengan gedung pencakar langit, dan dibangun diatas sebuah pulau terapung.

Pulau itu akan dihiasi dengan menara baja dan kaca silinder menonjol melalui panel suryanya. Pelabuhan tersebut akan dibangun empat lantai.

Pelabuhan antariksa ini dibangun demi menarik wisatawan mancanegara ataupun dalam negeri. Pelabuhan Antariksa ini akan mengajak para wisatawan ke luar angkasa di mana mereka dapat melihat atap besar bangunan gedung pencakar langit dan lengkungan bumi. Perjalanan tersebut hanya ditempuh dalam waktu sehari.

“Spaceport City akan dirancang untuk memamerkan kepada publik bagaimana manfaat pelabuhan antariksa di dekat perkotaan, untuk membuat penduduk kota ikut serta dengan memiliki pelabuhan antariksa.” kata Hidetaka Aoki, direktur Spaceport Jepang.

Ini akan menjadi sebuah visi masa depan dari Jepang. Noiz Architects yang akan merancang bangunan tersebut bekerja sama dengan sebuah perusahaan komunikasi yakni Dentsu. Juga desainer Canaria dan lembaga nirlaba Spaceport Jepang. Noiz Architects berharap beberapa tahun yang akan datang para generasi muda dapat melihat bangunan antariksa sebagai bagian dari landscape perkotaan.

Urszula Kuczma, manajer proyek Noiz Architects mengatakan, pelabuhan antariksa ini akan menawarkan wisatawan perjalanan luar angkasa tujuannya adalah untuk gaya hidup dan pendidikan gunanya agar para manusia yang hidup dibumi bisa lebih akrab dengan keadaan luar angkasa.

Di pelabuhan antariksa ini akan dilengkapi juga dengan ruang serba guna. Termasuk juga dengan fasilitas penelitian, bisnis, akademi pendidikan, pertokoan, hotel dan sebuah restoran makanan astronot.

Untuk membuat pelabuhan antariksa ini mudah diakses, Noiz Architects akan menggabungkan transportasi umum dengan jaringan jembatan yang bisa membawa mobil listrik dan kereta otonom. Rancangan transportasi tersebut akan menghubungkan pelabuhan antariksa dengan pusat kota. Diharapkan konsep itu bisa membawa dampak pada peluang ekonomi, sekaligus menginspirasi orang-orang untuk bisa mengeksplorasi teknologi.

Perjalanan sehari ke luar angkasa

Tidak seperti peluncur roket vertikal konvensional seperti biasanya yang kebanyakan kita asosiasikan dengan perjalanan luar angkasa. Spaceport City dirancang untuk pesawat ruang angkasa sub orbital yang lebih terlihat seperti pesawat biasa dan lepas landas secara horizontal.

Memang penerbangan luar angkasa sub orbital komersial belum tersedia. Akan tetapi, banyak perusahaan sedang menguji pesawat ruang angkasa sub orbital untuk pariwisata luar angkasa. Dan tampaknya Virgin Galactic dan Blue Origin akan memimpin dalam pengembangan pesawat ruang angkasa peluncuran horizontal untuk Spaceports City.

Kedua perusahaan ini telah menerbangkan penerbangan uji awak. Dan 600 penumpang sudah mendaftarkan diri dalam penerbangan luar angkasa selama 90 menit itu. Per kursi telah dihargai senilai USD 250 ribu. Setara Rp 3 milliar. Penerbangan ini diharapkan bisa meluncur awal 2022.

Penerbangan ke luar angkasa itu setidaknya akan menempuh jarak 50 mil, atau 80 kilometer di atas bumi. Ketika saat di luar angkasa para penumpang bisa meninggalkan tempat duduknya selama beberapa menit dan akan merasakan tidak adanya gravitasi bumi.

Noiz Architcts juga mengungkapkan bahwa perjalanan luar angkasa ini akan membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Maka dari itu sebelum melakukan penerbangan para penumpang aka diperiksa di klinik medis yang sudah tersedia.

Spaceport City bukanlah proyek pelabuhan antariksa kota yang pertama. Di Houston, Amerika Serikat sudah terlebih dahulu ada dan telah dijadikan rumah bagi program astronot raksasa yaitu NASA.

Pelabuhan luar angkasa ini memang sengaja terletak di dekat kota agar bisa menarik bisnis yang berhubungan dengan luar angkasa dan wisatawan.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
30 Tahun Teleskop Hubble Menjelajah Antariksa

Tech
Misi Terbaru NASA Akan Luncurkan Balon ke Luar Atmosfer

Tech
Badan Antariksa Tiongkok Rilis Foto Mars Melalui Jepretan Misi Tianwen-1