Current Issues

Presiden Jokowi Bakal Jadi yang Pertama Divaksin, Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu

Dwiwa

Posted on January 6th 2021

Di tengah kegalauan masyarakat soal vaksin Sinovac yang akan mulai diberikan pada pertengahan Januari ini, Presiden Joko Widodo memastikan diri akan menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin Covid-19 asal Tiongkok tersebut.

Hal ini diungkap oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Selasa (5/1). Penyuntikan akan dilakukan pada Rabu (13/1).

Jokowi sendiri pernah mengungkapkan hal ini saat mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 digratiskan untuk seluruh masyarakat Indonesia pada Desember tahun lalu. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan masyarakat kepercayaan dan rasa aman terhadap vaksin yang digunakan.

Lalu, apa saja sih fakta-fakta seputar rencana Jokowi menerima suntikan vaksin yang pertama? Simak yuk penjelasan berikut agar tidak termakan hoax.

 

1. Pemberian vaksin dilakukan setelah izin EUA BPOM dikeluarkan

Meski vaksin Sinovac sudah didistribusikan ke berbagai provinsi di Indonesia dan tanggal vaksinasi sudah diumumkan, sebenarnya ijin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin ini masih belum dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebab, data hasil uji klinis tahap tiga untuk vaksin ini masih belum keluar. Untuk bisa mengeluarkan ijin penggunaan darurat, BPOM harus mengevaluasi terlebih dahulu data dari hasil uji klinis tahap tiga dan memastikan kemanjuran dan keamanannya sebelum digunakan untuk masyarakat luas.

Tetapi tenang saja, menurut juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, penyuntikan dosis pertama vaksin akan tetap dilakukan setelah EUA dikeluarkan oleh BPOM. Presiden Jokowi pun baru akan disuntik vaksin ini sudah mendapat izin BPOM.

Satgas Covid-19 pun mendorong agar proses izin BPOM bisa berjalan cepat. “Kami harapkan komitmen ini bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas bisa menerima vaksin Covid-19,” ujar Wiku dalam jumpa pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

 

2. Menteri kabinet juga divaksin di hari yang sama, Wapres tidak ikut

Tidak hanya Jokowi saja, di hari yang sama, menteri Kabinet Indonesia Maju juga akan mendapatkan vaksin CoronaVac milik Sinovac. Tetapi Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak akan ikut dalam vaksinasi tahap pertama ini.

Hal ini dikarenakan usia Ma’ruf Amin yang sudah lanjut dan tidak masuk ke dalam kriteria umur penerima vaksin untuk tahap pertama. “Karena usia pak wapres di atas 60 tahun, jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin yang ada sekarang, Sinovac itu,” ujar jubir Wapres Masduki.

Vaksin Sinovac sendiri saat melakukan uji klinis memang hanya dilakukan pada relawan yang usianya 19-56 tahun. Meski begitu, Masduki mengatakan jika kemungkinan vaksin baru akan diberikan jika sudah ada yang sesuai dengan kriteria kondisi Wapres.

 

3. Disiarkan langsung

Nah, agar rakyat Indonesia bisa yakin dengan vaksin CoronaVac, proses vaksinasi terhadap Presiden Jokowi akan disiarkan secara langsung. “Iya biar masyarakat bisa lihat langsung, memberikan semangat bisa dilanjutkan ke daerah daerah juga. Minimal Provinsi, kota-kota besar juga ikut melanjutkan,” ujar  Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Dilansir dari Detik, untuk pelaksanaan kegiatan ini, Istana Kepresidenan akan membuat protokol pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Termasuk juga tentang siapa saja yang akan mendampingi Jokowi saat mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama.

 

Nah itu tadi sejumlah fakta-fakta soal vaksin CoronaVac buatan Sinovac yang akan disuntikkan pertama kali kepada Presiden Jokowi minggu depan. Mudah-mudahan saja dengan pemberian vaksin ini bisa membantu mempercepat pandemi berakhir. (*)

Related Articles
Current Issues
Dear Warga +62, Hanya Sepertiga Target Vaksin Covid-19 yang Bakal Gratis

Current Issues
Sebelum Suntik Vaksin, Lakukan Dua Hal Ini Agar Respon Imun yang Muncul Maksimal

Current Issues
Vaksinasi Covid Tahap Satu Sudah Dimulai, Ini Golongan yang Tak Boleh Divaksin