Current Issues

Lockdown Lagi, Skotlandia Beri Status Ilegal Bagi Warga yang Tinggalkan Rumah

Jingga Irawan

Posted on January 6th 2021

Orang-orang di Skotlandia kini harus tinggal di rumah untuk waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sebab, pemerintah Skotlandia menyatakan bahwa bepergian ke luar rumah adalah hal ilegal setelah negaranya kembali masuk dalam kondisi lockdown pada Selasa, (5/1).

Pemerintah tidak hanya memberikan status ilegal, melainkan juga meminta pada aparat kepolisian untuk melakukan hukuman bagi siapa saja yang melanggar. Meskipun begitu, pihak kepolisian tidak akan secara berkala memeriksa seseorang yang bepergian dan menghentikan mobil di jalan secara sembarangan.

Kebijakan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Nicola Sturgeon, yang mengatakan aturan tersebut dapat berlaku secara hukum seperti aturan stay at home. Ia juga berpendapat bahwa kondisi penyebaran Pandemi Covid-19 saat ini adalah yang terparah sejak pertama kali kasus menyebar luas pada Maret tahun lalu. Kondisi ini juga diperburuk dengan adanya varian virus baru yang menyebar lebih cepat di Skotlandia.


Nicola Sturgeon didampingi oleh John Swinney (The Telegraph)

“Kami harus mengambil langkah-langkah ini, kami sangat menyesal harus mengambil langkah-langkah ini dan kami menghargai beban yang ditimpakan ini pada individu-individu di dalam masyarakat, tetapi ini adalah hal yang benar untuk dilakukan untuk melindungi publik,” kata John Swinney, Wakil Perdana Menteri Skotlandia dikutip dari Daily Mail.

Warga baru diberikan izin untuk meninggalkan rumah jika ada kebutuhan "sangat mendesak". Pembukaan kembali sekolah yang direncanakan pada 18 Januari juga diundur kemungkinan hingga 1 Februari. Sementara orang-orang yang harus bekerja diminta untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan. Untuk pertemuan di luar ruangan, hanya dua orang saja dari dua keluarga berbeda yang diizinkan.

Sementara itu, tempat ibadah akan ditutup dalam beberapa hari ke depan. Namun pesta pernikahan tetap boleh, tapi hanya boleh menghadirkan 5 orang. Bagaimana dengan upacara pemakama? Maksimal dihadiri maksimal oleh 20 orang.  Toko yang menjual barang kebutuhan sekunder dan restoran juga wajib tutup.

Swinney juga menegaskan bahwa vaksin memang digunakan sebagai alat untuk memerangi virus. Akan tetapi, meminta orang-orang untuk tinggal di rumah itu lebih baik karena dapat menekan angka penyebarannya.

Perdana menteri Skotlandia melihat ada kondisi yang mengkhawatirkan jika langkah ini tidak segera dilakukan. Sebelumnya, jumlah kasus harian di Skotlandia meningkat tajam hingga 2.464 kasus baru. Sehingga, semua wilayah di negara itu kini telah berada dalam zona berbahaya.(*)

Related Articles
Current Issues
Jika Semua Orang Mematuhi Protokol Kesehatan, Lockdown Tidak Diperlukan

Current Issues
Mengintip Kembalinya Kehidupan Malam Pasca Pandemi di Wuhan, Asal Covid-19

Current Issues
Varian Virus Corona Baru Muncul di Inggris, WHO: Ini Normal