Lifestyle

Tahu Nggak Sih, Menulis Diary Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan Loh

Dwiwa

Posted on January 5th 2021

Membuat catatan tertulis tentang apa yang kalian pikirkan, rasakan, dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari telah lama dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis. Banyak juga penelitian yang menyarankan jika ini juga bermanfaat bagi kesehatan fisik.

“Menulis jurnal adalah latihan meditasi yang dapat membantumu memilah emosi dan memprioritaskan bagian-bagian dalam hidup, Ini dapat menurunkan kecemasan dan depresi dan juga membantu memahami diri sendiri pada tingkat yang lebih dalam,” ujar Melissa Divaris Thompson, psikoterapis holistik berlisensi.

Menulis jurnal atau bisa juga disebut diary adalah salah satu tindakan perawatan diri yang paling terjangkau karena yang dibutuhkan hanya kertas dan pulpen untuk bisa menikmatinya. Namun, ada beberapa hal yang para ahli ingin kalian ingat agar hasilnya lebih maksimal.

Dilansir dari Insider, Carla Marie Manly, PhD, psikolog klinis dan pakar kesehatan, mengatakan ada beberapa manfaat kesehatan, emosional, spiritual, dan fisik yang dapat diperoleh dari menulis diary, tergantung dari niat dibaliknya.

Misalnya dengan menulis diary tentang rasa syukur bisa meningkatkan suasana hati, belas kasihan diri, dan penghargaan terhadap kehidupan secara umum. Sedangkan jurnal kesedihan dapat membantu memproses kemarahan, kesedihan, dan ketidakpercayaan sambil bergerak menuju penerimaan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa kalian peroleh jika rutin menulis jurnal alias diary.

Menurunkan stres

Penelitian menyarankan jika menulis diary adalah alat manajemen stres yang sangar baik. Faktanya, sebuah penelitian kecil pada 2018 menunjukkan jika menlusi diari yang berfokus pada emosi dikaitkan dengan penurunan tekanan mental dan peningkatan kesejahteraan.

“Setelah direduksi menjadi tulisan, pemicu stres sering kali bisa lebih dipahami dan dihargai. Setelah mencurahkan, oran tersebut dapat melihat penyebab stres dengan cara yang lebih obyektif dan terpisah. Hal ini dapat mengarah pada penciptaan manajemen stres dan teknik mengatasi stres yang lebih baik,” ujar Manly.

 

Mengurangi kecemasan

Sebuah penelitian kecil pada 2018 menemukan jika orang dewasa – yang mengalami gejala kecemasan yang meningkat- membuat jurnal tentang pengalaman traumatis selama interval 15-20 menit, mereka mengalami penurunan kecemasan, lebih sedikit gejala depresi, dan lebih sedikit tekanan mental secara keseluruhan, serta meningkat dengan baik- hanya dalam satu bulan.

“Ketika kita menulis diari, kita sering bisa mengungkap ketakutan tersembunti yang menyebabkan ketakutan tersembunyi yang menyebabkan kecemasan kronis atau intermiten. Jenis diari tertentu juga dapat mencakup bejalar memperhatikan pemicu yang memicu kecemasan,” ujar Manly.

 

Mengurangi depresi

Sebuah penelitian pada 2013 mengungkap bahwa ketika orang dengan depresi berat menulis tentang pikiran danperasaan terdalam mereka seputar peristiwa emosional selama 20 menit sehari selama tiga hari, mereka menunjukkan penurunan yang signifikan pada angka depresi.

“Ketika sebuah jurnal didedikasikan untuk memungkinkan munculnya pikiran sedih atau marah, pikiran tersebut lebih mungkin untuk diproses daripada tetap terjebak di dalam,” ujar Manly kepada Insider.

 

Meningkatkan ingatan

Penelitian menunjukkan bahwa selain dapat mengatasis stres secara efektif, membuat jurnal juga dapat membebaskan sumber daya kognitif kalian untuk proses mental penting lainnya.

Sebagai contoh, sebuah studi kecil tahun 2001 terhadap mahasiswa menemukan bahwa menulis tentang pemikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pergi ke perguruan tinggi meningkatkan ingatan jangka pendek mereka, yang dikaitkan dengan IPK yang lebih tinggi baik segera setelag percobaan dan pada semester berikutnya.

 

Sistem kekebalan yang lebih kuat

Manly mengatakan jika penjurnalan dapat menjadi latihan relaksasi yang mengurangi pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon ini jika diproduksi secara berlebihan dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

 

Memperbaiki sikap

Sebuah studi pada 2003 menunjukkan menulis jurnal mingguan yang secara khusus didedikasikan untuk rasa syukur dikaitkan dengan peningkatan yang lebih besar dalam optimisme secara keseluruhan.

 

Mengatasi trauma

Penelitian menunjukkan bahwa penjurnalan mungkin merupakan alat terapeutik yang efektif untuk penyintas trauma. Sebuah penelitian kecil di 2008 mengungkap bahwa orang dengan kelainan stres pascatrauma  yang berpartisipasi dalam kegiatan menulis ekspresif mengalami perbaikan suasana hati yang signifikan, dan penurunan respons hormon stres saat menghadapi ingatan traumatis.

 

Nah, itu tadi adalah beberapa manfaat yang didapat dari menulis jurnal ya. Tujuan utama dari menulis jurnal adalah untuk meringankan dan penyembuhan. Tetapi jika ini justru mengarah atau bahkan meningkatkan depresi, sebaiknya segera menemui terapis.

Selain itu, menurut Manly, jika jurnal yang kalian tulis hanya fokus pada peristiwa dan pikiran negatif, kalian akan terjebak dalam keadaan tidak produktif atau bahkan menghancurkan. (*)

Related Articles
Lifestyle
Ini Loh Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Jika Kalian Kebanyakan Kopi

Lifestyle
Terlalu Banyak Informasi Negatif Bikin Stres? Cobain Tips Sederhana Ini

Current Issues
CDC: Warga AS di Bawah 30 Tahun Paling Banyak Cemas dan Depresi Selama Pandemi