Interest

Hapus Diskriminasi Profesi, Rusia Rekrut Perempuan Jadi Masinis

Jingga Irawan

Posted on January 4th 2021

Stasiun Belorusskayya di Moskow pada 25 Desember 2021 (AFP)

Budaya membagi profesi berdasarkan jenis kelamin selalu menempatkan pria pada pekerjaan yang cenderung menggunakan fisik. Tidak menutup kemungkinan di dalam birokrasi tertentu, pria juga dianggap lebih cocok menempati jabatan tertinggi dibandingkan perempuan.

Sebaliknya, perempuan hanya diizinkan bekerja pada pekerjaan yang cenderung tidak berisiko besar. Perspektif bahwa pria lebih mampu daripada perempuan telah mengakar kuat di masyarakat sejak lama.

Jika ada seorang perempuan menempati peran tertentu -yang biasa dimiliki oleh pria- hal itu akan menjadi sorotan besar di tengah publik. Misalnya ketika pada 2018, PT MRT Jakarta merekrut perempuan untuk menjadi masinis kereta. Saat itu langsung kabar itu jadi perbincangan. Pro-kontra pun terjadi. Padahal peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 tahun 2007 mengizinkan pria atau wanita menjadi masinis.

Baru-baru ini, hal serupa terjadi di Moskow. Perusahaan kereta api setempat mempekerjakan masinis kereta api perempuan pertama sepanjang abad ke 21. Peran masinis kereta api rupanya telah dihapus dari daftar pekerjaan pemerintah yang dianggap berbahaya bagi kesehatan perempuan.

Hal tersebut disampaikan oleh pihak Moscow Metro pada Minggu, (3/1), menyusul perubahan terbaru dalam Undang-Undang Rusia yang kontroversial karena melarang penempatan perempuan di banyak profesi.

Sebelumnya, pada tahun 2000 di Rusia ada undang-undang yang melarang perempuan bekerja di beberapa bidang. Di antaranya di sektor pertambangan, pengerjaan logam, sopir bus, pelaut, penerjun payung, mekanik mobil, bahkan pembuat alat musik tiup.

Rusia melarang perempuan menjadi masinis didasarkan beberapa hal. Pertama, pengoperasian kereta membutuhkan tenaga fisik yang lebih banyak. Tapi itu di masa lalu. Selain itu, kereta Metro Moskow juga merupakan barang peninggalan dari masa kekuasaan Uni Soviet. Di rute bawah tanah tersebut sangat tertutup dan gelap. Dikhawatirkan, ketika terjadi masalah, masinis perempuan tidak cukup terlatih untuk menyelesaikannya.

Keputusan mengizinkan perempuan menjadi masinis disebabkan karena pengoperasian kereta Metro Moskow saat ini tidak lagi membutuhkan tenaga fisik yang banyak. Berbagai teknologi terbaru yang diadopsi perusahaan kereta api Rusia tersebut telah berdampak pada efisiensi dan kemudahan.

Peraturan yang melarang perempuan memiliki profesi tertentu sebenarnya menuai kritik. Hingga akhirnya Kementerian Tenaga Kerja Rusia pada September tahun lalu memangkas jumlah profesi khusus laki-laki. Dari 456 jenis profesi, kini menjadi sekitar 100 profesi. Itu artinya perempuan di Rusia saat ini bisa menempati 356 profesi yang sebelumnya hanya khusus laki-laki.(*)

Artikel Terkait
Interest
Menyusuri Kilas Balik Kota Hantu Bersalju di Rusia

Tech
Naik Kereta Metro di Moskow Bayarnya Pakai Sistem Deteksi Wajah, Aman Kah?

Interest
Dari Content Creator sampai Operator Drone: ini 5 Profesi untuk Generasi Z