Lifestyle

Banyak Warganya Obesitas, Pemerintah Inggris Batasi Iklan Makanan Tidak Sehat

Dwiwa

Posted on January 3rd 2021

Semakin banyaknya warga Inggris yang mengalami obesitas. Bahkan termasuk salah satu yang tertinggi di dunia, menurut Organization for Economic Co-operation and Development. Kondisi ini membuat pemerintah setempat berupaya keras untuk mengatasinya.

Dilansir dari CNN, salah satu cara pemerintah mengatasi masalah ini adalah dengan menyiapkan rencana membatasi cara supermarket menjual dan mengiklankan sejumlah makanan. Mulai dari cokelat, soda, dan makanan lain yang tinggi gula, garam, dan lemak yang. Aturan ini akan mulai diberlakukan pada April 2022.

Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan, aturan ini akan berlaku bagi supermarket di Inggris yang memiliki lebih dari 50 karyawan. Toko yang lebih kecil dari 2 ribu kaki persegi dan toko khusus, seperti toko cokelat dan toko permen, akan dibebaskan dari pembatasan.

Menawarkan makanan tidak sehat selama ini banyak membuat pembeli kepincut. Apalagi jika penawaran atau iklan itu disertai iming-iming harga murah atau keuntungan diskon. Bentuk narasi iklan yang dilarang misalnya, "beli satu gratis satu". Pelarangan mengiklankan barang seperti ini juga diterpakan pula pada platform online.

Bukan hanya coklat, minuman ringan, permen, dan keripik kentang. Namun kue kering, sereal sarapan, pizza, makanan siap saji dan produk seperti ayam dan ikan yang dilapisi tepung roti juga terkena penerapan aturan di atas.

Promosi tidak sehat tidak lagi diizinkan di "lokasi strategis", seperti kasir, pintu masuk, dan di ujung lorong. Minuman ringan manis isi ulang di restoran juga akan dilarang.

Langkah-langkah baru ini akan memastikan bahwa pilihan yang sehat adalah pilihan yang mudah. "Menciptakan lingkungan yang membantu setiap orang makan makanan yang lebih sehat secara lebih teratur sangat penting untuk meningkatkan kesehatan bangsa,” ujar Menteri Kesehatan Masyarakat Jo Churchill.

Inggris mulai mengenalkan pembatasan pada iklan televisi untuk anak-anak tentang makanan tidak sehat pada 2007. Aturan itu kemudian disambut dengan penerapan pajak pada minuman ringan manis pada 2018.

Awal tahun ini, pemerintah juga meluncurkan kampanye baru untuk melawan obesitas. Termasuk aturan untuk meminta restoran menambahkan label kalori ke item menu.

"Pengumuman hari ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk mengatasi obesitas dan membuat bangsa bugar dan sehat,” jelas Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial pada Senin.

Mereka menambahkan bahwa pandemi semakin menunjukkan dampak obesitas pada kesehatan masyarakat. Beberapa penelitian telah menunjukkan jika obesitas atau kelebihan berat badan meningkatkan risiko rawat inap dan kematian akibat Covid-19.

Namun, rencana pembatasan pemerintah ini mendapat protes. Federasi Makanan dan minuman, yang mewakili produsen, mengatakan kebijakan itu akan berdampak keras pada ekonomi bagi produsen dan konsumen.

"Pembatasan yang diusulkan tidak hanya meningkatkan biaya dari makanan untuk keluarga, tetapi juga berdampak keras pada ekonomi produsen makanan dan minuman yang sudah bersiap untuk biaya baru akibat Brexit dan dampak dari pandemi global," ujar Tim Rycoft, Chief Operating Officer dalam sebuah pernyataan.

Inggris sendiri memiliki hampir dua pertiga orang dewasa yang kelebihan berat badan. Satu dari tiga anak lulus SD ternyata mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut pemerintah, penanganan penyakit yang disebabkan oleh obesitas selama ini menghabiskan biaya layanan Kesehatan Nasional (NHS) cukup besar. Yakni mencapai, GBP 6 miliar atau setara Rp 112 triliun dalam 1 tahun.

"Promosi sering terlihat seperti membantu pembeli menghemat uang, tetapi data menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya meningkatkan pembelian produk yang dipromosikan hampir 20 persen dengan mendorong orang untuk membeli lebih dari yang mereka butuhkan atau bermaksud untuk membeli,” tambah Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial. (*)

Related Articles
Lifestyle
Penelitian: Campurkan Rempah ke Makanan Dapat Bantu Ringankan Peradangan

Lifestyle
Suka Minum Soda? Ini Loh Efeknya Buat Sistem Kekebalan Tubuh Kita

Current Issues
Pria Asal Inggris Buat Tirai Pelukan Agar Dapat Memeluk Sang Nenek Saat Pandemi