Interest

Selain Hujan Meteor Quadrantid, Ini Fenomena Astronomi Lain Sepanjang 2021

Jingga Irawan

Posted on January 3rd 2021

NJ.com

Selain Pandemi Covid-19, adanya berbagai fenomena astronomi seperti hujan meteor dan gerhana bulan juga mewarnai tahun 2020. Masyarakat yang penasaran pun berlomba-lomba menyaksikan berbagai peristiwa alam tersebut, baik dari tayangan virtual maupun menyaksikan langsung.

Nah, jika kalian belum puas menyaksikan atau tidak sempat nonton tayangan virtual berbagai fenomena  yang terjadi tahun lalu, jangan khawatir. Sebab, para pengamat telah memberikan informasi mengenai kapan tepatnya berbagai fenomena luar angkasa akan mewarnai langit tahun ini. Agar kalian bisa berjaga-jaga nih!

Sebelumnya, puncak hujan meteor Quadrantid yang terjadi pada tanggal 2-3 Januari menjadi pembukaan yang menarik awal tahun 2021, kira-kira apa aja sih fenomena astronomi lain yang dapat disaksikan sepanjang tahun 2021?

2-3 Januari : Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid kerap terjadi pada akhir-awal tahun. Menurut NASA, periode hujan meteor Quadrandits merupakan yang terbaik sepanjang tahun. Sebab, warna cahaya yang ditimbulkan lebih terang. Diperkirakan akan ada 90 bintang menyala terang yang jatuh.

23-24 April: Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid kerap terjadi pada tanggal 16-25 April. Hampir sama dengan Quadrandits, meteor Lyrid juga bersinar dan meninggalkan jejak debu cerah yang bertahan selama beberapa detik. Jumlahnya hanya sekitar 20 per jam. Lyrid merupakan hasil dari partikel debu yang ditinggalkan oleh C/1861 G1 (Thatcer) yang ditemukan pada tahun 1861. Beberapa mungkin sudah terlihat pada 14 April.

26-27 April: Full Supermoon

Berbeda dari Full Moon, Supermoon adalah istilah yang digunakan untuk bulan purnama yang paling dekat dengan bumi, bulan ini lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Supermoon April akan menjadi yang pertama di tahun 2021, kemudian yang kedua akan terjadi pada 26 Mei.

6-7 Mei: Eta Aquarid

Hujan Meteor Eta Aquarid terjadi ketika sisa puing Komet Halley yang melintas setiap 76 tahun sekali memasuki atmosfer bumi dan terbakar. Eta Aquarids biasanya berjumlah 10 hingga 30 meteor per jam dan puncaknya dapat disaksikan di belahan bumi bagian utara.

26 Mei: Gerhana Bulan Total dan Supermoon

Peristiwa astronomi langka tahun ini adalah gerhana bulan total yang bertepatan dengan supermoon kedua pada 2021. Peristiwa ini akan menampakkan bulan purnama akan berubah menjadi merah saat bayangan bumi jatuh di atasnya. Gerhana akan terlihat dari Asia Timur, Australia, Asia-Pasifik, dan Amerika Serikat.

10 Juni: Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi ketika posisi bukan terletak di antara bumi dan matahari. Sehingga akan menutupi bagian tengah pijaran cahaya matahari di langit dan menciptakan efek cincin. Peristiwa ini akan terlihat di bagian timur laut Amerika Serikat, Eropa dan Asia.

13 Juli: Konjungsi Mars dan Venus

Mars dan Venus dalat disaksikan dalam satu tampilan teleskop karena jarak mereka yang berdekatan satu sama lain.

28-29 Juli: Hujan Meteor Delta Aquarid dan Hujan Meteor Alpha Capricornid

Hujan meteor Delta Aquarid berasal dari jejak debu luar angkasa milik komet 96P/Machholz saat mengelilingi matahari. Sementara itu, Hujan Meteor Alpha Capricornids diperkirakan terjadi pada saat gang bersamaan dengan Delta Aquarid.

12-13 Agustus: Hujan Meteor Perseid

Fenomena alam ini terjadi berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer bumi. Dinamakan ‘Perseid’ karena titiknya berasal dari rasi bintang Perseus

22 Agustus: Blue Moon

Blue Moon adalah bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan dalam kalender, tetapi istilah ini juga digunakan untuk bulan purnama lebih dari satu kali dalam satu musim.

19-20 Oktober: Hujan Meteor Orionid

Orionid biasanya menghasilkan 10 hingga 20 meteor per jam, jumlahnya tersebut kadang bertambah sampai 75 di tahun-tahun tertentu.

16-17 November: Hujan Meteor Leonid

Meteor Leonid berasal dari puing sisa dari komet 55P / Tempel-Tuttle, yang disebut-sebut selalu dapat dilihat dengan mata telanjang di Indonesia selama langit cerah dan tidak tertutup awan serta polusi.

19 November: Gerhana Bulan Parsial

Meskipun secara teknis gerhana bulan parsial bukan lah gerhana bulan total, namun gerhana ini akan membuat bayangan Bumi menutupi 97 persen bulan secara penuh. Peristiwa ini dapat terlihat di seluruh Amerika Serikat.

13-14 Desember: Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid akan menjadi terkuat tahun ini  dengan puncak hingga 120 meteor per jam. Para pengamat bintang yang ingin melihat hujan meteor ini harus sudah siap beberapa jam sebelum fajar antara tanggal 4 hingga 20 Desember.

21-22 Desember: Hujan Meteor Ursid

Hujan meteor Ursids terjadi sepanjang tahun dengan aktivitas puncak sekitar lima hingga 10 meteor per jam dan berlangsung antara 17 hingga 26 Desember. (*)

Related Articles
Current Issues
Siap-siap Saksikan Gerhana Matahari Pertama 2020, Bisa Dilihat via Online

Current Issues
25 Kota yang Dilewati Gerhana Matahari Cincin 26 Desember

Current Issues
Gerhana, Colombus, dan Bulan Berdarah