Current Issues

Mungkinkah Era Backpacker Akan Berakhir Karena Pandemi Covid-19?

Dwiwa

Posted on January 1st 2021

Pandemi Covid-19 memang telah mengubah banyak hal di dunia. Mulai dari cara bersosialiasi hingga perekonomian, semua menerima dampak dari penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2.

Pembatasan perjalanan yang dilakukan oleh berbagai negara di dunia juga membuat para pelancong harus menahan diri untuk tidak berwisata. Tidak terkecuali para backpacker yang selama ini selalu mengandalkan biaya minimal dalam setiap perjalanan mereka.

Dilansir dari CNN, meskipun perjalanan keliling dunia sudah ada sejak berabad-abad lalu, tetapi backpacking yang kita kenal seperti saat ini baru benar-benar dimulai pada tahun 1950-an dan 60-an.

Hal yang membuat backpacking makin banyak dinikmati orang adalah biaya untuk berwisata ternyata bisa ditekan seterjangkau mungkin. Salah satu yang bisa menyebabkan murah itu di antaranya pilihan penginapan yang murah. Juga adanya tarif maskapai yang di luar harga normal. Semakin banyaknya maskapai penerbangan bertarif rendah membuat aktivitas backpacker makin menjadi bagian dari gaya hidup.

Namun selama pandemi ini maskapai penerbangan telah mengalami kerugian cukup dahsyat. Angkanya tembus sebesar USD 157 miliar. Atau sekitar Rp 2.19 kuardriliun. Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional, penerbangan murah yang selama ini diandalkan backpacker mungkin hanya akan menjadi kenangan selama dan pasca pandemi ini. Sebab maskapai tentu tak akan sanggup lagi membuka tarif penerbangan murah. Di mana tarif itu selama ini sebenarnya pengaturan dari subsidi silang tarif normal.

Belum lagi soal aturan wajib tes Covid-19 hingga kewajiban karantina hingga belasan hari yang dibuat sejumlah negara. Kewajiban itu tentu membuat backpacker susah. Setidaknya harus ada biaya lain yang dikeluarkan. Mulai biaya untuk tes, hingga anggaran untuk karatina ketika mendarat di negara tertentu. Jadi, tak salah jika ada yang memprediksi jika pandemi Covid-19 ini bisa menjadi akhir dari gaya hidup backpacking

 

Meski dibilang berbiaya rendah bagi para pelakunya, tetapi aktivitas backpacking selama ini cukup banyak menyumbang pendapatan bagi tempat tujuan wisata. Absennya para backpacker selama pandemi cukup berdampak bagi destinasi wisata yang sering mereka kunjungi.

 

Kalau menurut kalian bagaimana? Apakah para backpacker akan bisa kembali melancong dengan bebas seperti sebelum pandemi atau justru akhirnya harus lebih rajin menabung untuk bisa berwisata? (*)

Related Articles
Current Issues
Pakar WHO Sebut Tes Harus Lebih Berperan Dalam Perjalanan Internasional

Current Issues
Lagi Liburan dan Nginep di Hotel? Jangan Lakukan Ini Biar Nggak Kena Covid-19

Current Issues
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Solusi untuk Perjalanan Lebih Aman Saat Pandemi