Current Issues

Akhirnya! WHO Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Pfizer-BioNTech

Guna menciptakan pemberian vaksin yang lebih merata di semua negara

Jingga Irawan

Posted on January 1st 2021

Konferensi Pers WHO (World Peace Ever TV)

Organisasi kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan izin dan memasukkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech ke dalam daftar penggunaan darurat. Izin vaksin ini merupakan yang pertama dilakukan oleh WHO sejak dimulainya Pandemi Covid-19. Dilansir dari Al-Jazeera Kamis (1/1), langkah ini dilakukan agar negara-negara mempercepat proses persetujuan pemberian vaksin di negara mereka.

Selain itu, WHO ingin vaksin dan penyalurannya segera tersedia di negara berkembang. Mengingat, beberapa negara berkembang masih sangat berhati-hati untuk memberikan vaksin pada warganya. Seperti halnya Kamboja yang beberapa waktu lalu enggan untuk melakukan proses vaksinasi sebelum disetujui WHO.

Ada pula negara berkembang yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan vaksin. Tidak menutup kemungkinan bahwa organisasi seperti UNICEF dan Organisasi Kesehatan Pan-America juga dapat mendistribusikan vaksin ke negara-negara berkembang yang membutuhkan.

"Ini adalah langkah yang sangat positif untuk memastikan akses global ke vaksin Covid-19," kata Dr. Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan, dalam pernyataannya. "Tapi saya ingin menekankan perlunya upaya global yang lebih besar untuk mencapai pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana pun," tambahnya.

Dr. Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan (World Peace Ever TV)

WHO juga menyatakan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech telah memenuhi syarat keamanan dan manfaatnya dinilai lebih besar ketimbang potensi risiko yang ditimbulkan. Vaksin Pfizer-BioNTech yang memiliki efektivitas 95 persen. Kini juga telah diperbolehkan penggunaannya di lebih dari 45 negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Sebelumnya, aktivis Hak Asasi Manusia menyuarakan keprihatinannya kepada negara-negara berkembang yang tidak memiliki akses untuk membeli vaksin hanya mampu untuk menunggu bantuan. Sementara, negara-negara maju yang dapat menimbun vaksin dengan jumlah jutaan dosis.

Laporan terbaru oleh Amnesty International menemukan bahwa semua vaksin Covid-19 termasuk Moderna Inc dan Pfizer-BioNtech telah ditimbun oleh negara-negara maju, antara lain Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Banyak negara telah melihat vaksin sebagai jalan keluar dari krisis ini dan akhirnya seperti sebuah perlombaan (mendapatkan vaksin)," ucap Stephen Cockburn, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International. Lanjut Cockburn, banyak negara mengesampingkan upaya kerjasama dalam mendapatkan vaksin. Kesannnya justru banyak negara ingin memperlihatkan mereka yang pertama mendapatkan dan menggunakan vaksin.

 Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, John Nkengasong melakukan interview dengan Reuters, Maret 2020 (Reuters)

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, John Nkengasong juga memperingatkan bahwa Afrika mungkin belum bisa mendapat vaksin sampai beberapa bulan ke depan. Ia juga mendesak PBB untuk melakukan diskusi tentang pemberian vaksin yang adil agar menghindari sentimen khusus terhadap negara-negara di Afrika. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Tak Lagi Perlu Disimpan di Suhu Ekstrem

Current Issues
Ahli Sarankan Dua, Meski Satu Dosis Vaksin Pfizer dan Moderna Sudah Efektif

Current Issues
Varian Delta Picu Lonjakan Kasus, Perlukah Booster Vaksin Covid-19?