Current Issues

Aman Nggak Ya Bikin Pesta Tahun Baru di Akhir 2020?

Dwiwa

Posted on December 30th 2020

 

Pergi berlibur, menikmati pesta tahun baru penuh dengan kembang api, pesta barbeque, camping di pantai dan bakar ikan telah menjadi kegiatan yang banyak dilakukan orang saat pergantian tahun. Tetapi bagaimana dengan tahun ini? Amankah membuat pesta di tengah pandemi Covid-19?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita melakukan kilas balik terlebih dahulu saat penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini pertama diumumkan ada di Indonesia. Sebaran kasus Covid-19 bisa dibilang cukup lambat kala itu.

Pada awal pandemi, dibutuhkan waktu 4 bulan untuk mencapai 100 ribu kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pertengahan Juli. Tiga bulan kemudian, atau akhir Oktober, kasus langsung melonjak menjadi 400 ribu. Dan dua bulan kemudian di bulan Desember, angkanya melejit jadi 727 ribu.

Meski vaksin Covid-19 sudah tiba, tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum memberikan emergency use authorization atau ijin penggunaan darurat. Ini artinya, vaksin belum bisa didistribusikan ke masyarakat.

Fakta di atas jelas memberikan kita gambaran jika Covid-19 ini sama sekali belum bisa diatasi di Indonesia. Bahkan beberapa kali lonjakan kasus terjadi akibat libur panjang di mana mobilitas orang tinggi dan terjadi kerumunan. Jadi tampaknya, membuat pesta akhir tahun seperti sebelum pandemi bukan pilihan bijak.

Jika alasan itu belum cukup, dokter Shruti Gohil, direktur medis dan juga profesor di University of California Irvine‘s Health System mengatakan jika virus ini tidak memiliki opini, tidak peduli meskipun kalian sedang berkumpul untuk liburan.

“Yang dia cari hanyalah jalan untuk menyebarkan dirinya sendiri,” ujarnya seperti dikutip dari goodhousekeeping.com. Dan perayaan tahun baru, tampaknya dapat menjadi tempat yang sangat ideal bagi virus ini untuk menyebar luas.

Apalagi, penelitian terbaru mengungkap jika virus SARS-Cov-2 bisa menyebar melalui aerosol dan kegiatan apapun di dalam ruangan memiliki risiko besar untuk tertular. Apalagi jika ventilasi di ruang tersebut buruk.

Ada banyak risiko yang akan kalian hadapi jika nekat untuk mengadakan pesta tahun baru ataupun menghadirinya. Jika berada di kerumunan, apalagi dalam ruang, maka kalian akan berbagi udara yang sama.

Dalam kondisi ini, apalagi jika ventilsi buruk, partikel airborne akan bisa menyebar dengan mudah. Bahkan meskipun memakai masker dan menjaga jarak, kalian tetap tidak aman. Apalagi jika dalam pesta itu orang-orang bernyanyi dan menari.

Saat berbicara saja sudah banyak droplet yang berpotensi mengandung virus dikeluarkan, apalagi saat sedang bernyanyi. Di tambah lagi ketika menari orang juga tidak selalu bisa menjaga jarak aman 2 meter dari orang lain.

Dan biasanya di pesta tahun baru, kita selalu berbagi makanan dan minuman dalam wadah yang sama. Meski menurut para ahli makanan tidak menjadi penyebab outbreak Covid-19, tetapi dengan berbagi makanan meningkatkan risiko virus berpindah dari tangan satu ke tangan yang lain.

Semakin banyak orang yang hadir dalam pesta juga membuat banyak permukaan benda yang ada di rumah kalian bisa menjadi media yang baik. Sebab, virus diketahui bisa bertahan selama beberapa jam hingga berhari-hari di permukaan benda.

Jika kita menyentuh benda tersebut dan ada virus yang menempel, kemudian kita mengucek mata, mengelap mulut, ataupun mengusap hidung maka virus bisa berpindah dan masuk ke dalam tubuh. Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer bisa menurunkan risiko, tetapi semakin malam, tampaknya sulit memastikan kebersihan tangan akan tetap terjaga.

Dengan adanya risiko-risiko tersebut, tahun baru kali ini mungkin sebaiknya memang cukup di rumah aja. Sesekali menikmati pergantian tahun bersama keluarga inti di rumah juga tidak ada salahnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Banyak Zona Merah Nih, Yuk Tahun Baruan di Rumah Aja

Current Issues
Membuka Jendela Selama Pandemi Covid-19 itu Penting! Kok Bisa?

Current Issues
Perhatikan 4 Hal Ini Jika Kalian Berencana Meet Up di Area Outdoor