Current Issues

Jelang Pergantian Tahun, Pakar Khawatirkan Ledakan Kasus di Awal 2021

Dwiwa

Posted on December 29th 2020

Ditengah persiapan orang-orang menyambut tahun baru, para pakar justru mengkhawatirkan terjadinya ledakan kasus pada awal 2021. Pasalnya, angka positif dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih terus merangkak naik hingga akhir Desember ini.

“Kami harus (tetap waspada) saat memasuki 2021, karena ada risiko peningkatan kasus,” ujar Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University Australia pada Kompas.

Prediksinya, lonjakan kasus ini didasarkan pada berbagai indikator seperti angka kematian, okupansi rumah sakit dan kasus aktif, dan kondisi Indonesia yang saat ini masih berada dalam krisis. Dicky sendiri tidak menyebutkan apa penyebab ledakan kasus ini.

Dia hanya menghimbau pemerintah untuk lebih intensif melaksanakan program 3T, yakni testing (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). Sementara masyarakat juga diminta untuk menerapkan protokol 3M, memakai masker, mencuci tagan, dan menjaga jarak.

Dilansir dari The Jakarta Post, Indonesia mencatat peningkatan antara 69 dan 93 persen dalam rata-rata harian dan mingguan untuk kasus Covid-19 baru 10 hingga 14 hari setelah libur panjang Idul Fitri pada Mei lalu.

Hal yang sama juga ditemukan 10 hingga 14 hari setelah libur akhir pekan yang panjang dari 20 hingga 23 Agustus. Terjadi lonjakan antara 58 dan 118 persen dalam rata-rata harian dan mingguan kasus baru Covid-19.

Dewi Nur Aisyah, kepala divisi data dan teknologi satgas Covid-19, mengatakan kelalaian masyarakat dalam menjaga kesehatan selama libur panjang dapat menyebabkan efek domino dalam krisis Covid-19.

Menurut Dewi, dampak pertama adalah lonjakan kasus harian Covid-19 yang signifikan dapat memengaruhi kapasitas fasilitas kesehatan. Dewi mencatat risiko keterisian unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit.

Selain itu, petugas kesehatan juga akan merasakan dampak dari lonjakan kasus tersebut karena mereka dituntut untuk bekerja lebih keras melayani banyak pasien secara bersamaan. Krisis juga akan mendorong peningkatan angka kematian.

Tetapi meningkatnya jumlah kematian ini juga disebabkan oleh beberapa hal, seperti kapasitas pelayanan kesehatan dan kondisi kesehatan pasien yang tertular. Dampak libur Natal dan Tahun Baru juga sempat disinggung oleh juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito.

Bahkan mutasi virus corona baru yang ditemukan di Inggris kemungkinan juga bisa masuk ke Indonesia. Untuk itulah dia berpesan agar masyarakat tidak bepergian saat libur panjang.

“Saat kita bepergian, itu membuka peluang penularan virus. Apalagi virus baru ini berpotensi lebih menular,” ujarnya. Pemerintah juga telah menyusun sejumlah aturan termasuk pelarangan WNA masuk ke Indonesia pada 1-14 Januari 2021 mendatang untuk mencegah varian virus corona baru ini.

Indonesia sendiri hingga Senin (28/12) telah mencatat 719.219 kasus positif dengan 21.452 diantaranya meninggal dunia. Selain angkanya meningkat, positivity rate rata-rata dalam 7 hari terakhir mencapai 20,92 persen sedangkan secara kseseluruhan mencapai 15,02 persen.

Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ambang batas positivity rate hanya 5 persen. Semakin rendah positivity rate berarti semakin banyak orang yang dites dan upaya pelacakan kontak erat memadai.

Dengan prediksi dan kenyataan di lapangan saat ini, tampaknya menikmati tahun baru dengan di rumah aja bersama keluarga akan menjadi pilihan yang bijak. Tetapi jika kalian memutuskan untuk tetap bepergian di libur akhir tahun ini, bisa cek tips amannya di sini dan di sini. Jangan lupa cek aturan libur di sini ya. (*)

Related Articles
Current Issues
Transaksi Online, Pilihan untuk Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Saat Liburan

Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022

Current Issues
Benda Ini Ternyata Bisa Bikin Covid-19 Cepat Menyebar di Rumah Loh