Lifestyle

Mau Tidur Lebih Nyenyak? Kamu Mungkin Butuh Selimut Tebal kayak di Hotel

Kezia Kevina Harmoko

Posted on December 29th 2020

(Unsplash)

Pernah kepikiran nggak sih kenapa kalau menginap di hotel, tidur kita jauh lebih nyenyak? Selain karena nuansa liburan, salah satu benda yang hampir semua hotel punya adalah selimut tebal (biasa disebut duvet) yang agak berat.

Nah, ternyata selimut berat seperti itu memang punya kekuatan untuk bikin tidur lebih enak lho!

Dilansir dari Psychology Today, selimut tebal mampu membantu kita mengatur emosi, menghadapi perasaan marah, menenangkan diri setelah ledakan emosi, menstabilkan perasaan senang berlebihan, menghadapi stres, dan adanya efek rileks. Keren nggak tuh?

Ada juga beberapa penelitian yang melibatkan 120 partisipan yang memiliki insomnia dan kondisi psikiatri lain seperti gangguan kecemasan. Beberapa menerima selimut dengan berat 13 pon (sekitar 5,9 kilogram) dan yang lainnya menerima selimut biasa seberat 3,3 pon (sekitar 1,5 kilogram).

Setelah empat minggu, grup dengan selimut yang berat mengalami penurunan 50% dari gejala gangguan yang mereka miliki. Kelompok dengan selimut biasa hanya merasakan penurunan sebesar 5,4%.

Percobaan dilanjutkan sampai satu tahun dan 92% partisipan menunjukkan insomnia mereka membaik. Sekitar 78% merasakan penurunan insomnia. Di studi yang lain, penggunaan selimut tebal rutin mampu menurunkan kecemasan.

Penjelasan ilmiah di balik selimut tebal

Sebenarnya, manfaat selimut tebal ini bisa dijelaskan secara ilmiah kok. Tekanan dari selimut yang berat mengaktifkan sistem saraf parasimpatetik yang berfungsi memperlambat kinerja tubuh. Hasilnya adalah detak jantung lebih rendah dan menimbulkan perasaan tenang.

Selimut jenis ini juga terasa seperti pelukan hangat yang bikin kita nyaman untuk tidur. Walaupun masih butuh lebih banyak studi, gak ada salahnya untuk dicoba. Bisa buat hadiah tahun baru juga nih buat teman yang susah tidur atau beli buat diri sendiri~

Cara memilih selimut tebal

Perhatikan berat selimut sama berat badan sendiri. Idealnya kita memilih selimut yang beratnya 10% dari berat badan kita. Sedikit kurang atau lebih nggak masalah, pokoknya harus tetap ada tekanan dari selimut tapi nggak terlalu berat sampai sesak ketika dipakai.

Perlu perhatian lebih dalam menggunakan selimut tebal kalau kamu punya apnea tidur, masalah pernapasan, dan penyakit kronis lainnya. Nggak semua orang bisa nyaman dengan selimut tebal juga, buat yang claustrophobia ini justru bisa menimbulkan ketakutan.

Ingat juga kalau sekadar selimut bukan penyembuh gangguan tidur atau mental. Kalau kondisi dirasa sudah sangat mengganggu aktivitas, langsung konsultasi ke tenaga kesehatan ya! (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Gangguan Tidur Jadi Salah Satu Dampak Jangka Panjang Covid-19

Interest
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bangun Sebelum Alarm Berbunyi?

Lifestyle
Lima Alasan Media Sosial Bikin Kita Merasa Insecure dan Benci Diri Sendiri