Interest

Biar Aman Bepergian, Bakal Ada Paspor Vaksin Digital Berisi Data Bebas Covid-19

Jingga Irawan

Posted on December 28th 2020

CommonPass

Keinginan untuk segera terbebas dari Covid-19 membuat sejumlah negara berlomba-lomba memesan beragam jenis vaksin dari sejumlah perusahaan. Dari Inggris, Kanada, Amerika Serikat hingga Uni Emirat Arab telah melakukan vaksinasi kepada sejumlah warga negaranya. Dengan begitu, harapan kembali menuju ‘hidup normal’ sudah di depan mata.

Setelah menerima vaksin, kalian akan diberi surat keterangan yang menunjukkan bahwa kalian telah melakukan proses vaksinasi. Layaknya surat keterangan rapid test atau swab sebagai syarat berpergian ke luar daerah.

Agar nggak ribet membawa surat keterangan kemana-mana, Beberapa perusahaan teknologi mulai mengembangkan aplikasi atau smartphone system bagi individu untuk mengunggah rincian tes dan riwayat vaksinasi Covid-19.

Nanti, unggahan tincian tes dan vaksinasi Covid-19 tersebut dapat digunakan untuk memasuki tempat konser, stadion, bioskop, kantor, atau bahkan negara lain.

Salah satunya yang mengembangkan surat digital tersebut adalah The Common Trust Network, sebuah institusi yang dinaungi oleh organisasi nirlaba The Commons Project dan World Economic Forum serta  bermitra dengan beberapa maskapai penerbangan termasuk Cathay Pacific, JetBlue, Lufthansa, Swiss Airlines, United Airlines dan Virgin Atlantic, serta ratusan sistem kesehatan di seluruh Amerika Serikat.

The Commons Project memiliki aplikasi bernama CommonPass yang dapat menampilkan sertifikat kesehatan dalam bentuk kode QR. Kode tersebut nantinya dapat ditunjukkan kepada pihak berwenang. Sedangkan untuk penggunaan traveling, aplikasi CommonPass mencantumkan persyaratan izin kesehatan di titik keberangkatan dan kedatangan kalian.

"Anda dapat diuji setiap kali Anda melintasi perbatasan. Anda tidak dapat divaksinasi setiap kali Anda melintasi perbatasan," kata Thomas Crampton, kepala pemasaran dan komunikasi untuk The Commons Project, dikutip dari CNN Business, Senin (28/12).

Selain itu, Crampton juga menekankan perlunya sebuah satu set ‘kredensial’ atau ‘kartu kuning digial’ yang sederhana untuk bukti vaksinasi

Nggak hanya CommonPass, raksasa teknologi seperti IBM juga telah mengembangkan aplikasi bernama Digital Health Pass, yang memungkinkan industri transportasi dan perjalanan wisata menyesuaikan indikator mereka sendiri bagi calon penumpang yang memenuhi syarat perjalanan. Termasuk tes kesehatan, pemeriksaan suhu dan catatan vaksinasi.

Sementara, Linux Foundation juga bermitra dengan Covid-19 Credentials Initiative, sebuah komunitas yang terdiri dari 100 lembaga di lima benua (yang juga bekerjasama dengan IBM dan CommonPass) guna membantu mengembangkan seperangkat standar universal untuk aplikasi kredensial vaksin.

Sayangnya, nggak semua populasi di dunia paham dengan teknologi yang dikembangkan smartphone saat ini. Sehingga, beberapa perusahaan dalam Covid-19 Credentials Initiative juga mengembangkan kartu pintar yang menjadi jalan tengah antara sertifikat berupa kertas dan versi online yang lebih mudah untuk disimpan.

"Bagi kami ini (tentang) bagaimana bahwa kredensial digital dapat disimpan, dapat disajikan, tidak hanya melalui smartphone tetapi juga dengan cara lain bagi mereka yang tidak memiliki akses internet yang stabil dan juga yang tidak memiliki smartphone,” kata Lucy Yang, Co-Lead dari Covid-19 Credentials Initiative.

Begitu paspor  vaksin berhasil dan digunakan secara global, perusahaan perlu memastikan orang-orang merasa nyaman menggunakannya. Sebagaimana CommonPass, IBM, dan Linux Foundation yang menekankan penjagaan privasi terkait dengan infromasi medis.

"Kepercayaan dan transparansi tetap penting saat mengembangkan platform seperti paspor kesehatan digital, atau solusi apa pun yang menangani informasi pribadi yang sensitif. Mengutamakan privasi adalah prioritas penting untuk mengelola den menganalisis data dalam menanggapi masa-masa kompleks ini,” kata IBM dalam sebuah artikel di laman resminya. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Dikritik Balik Facebook, Biden Perbaiki Statement Terkait Misinformasi

Tech
Google Kembangkan Kartu Vaksin Digital Covid-19 untuk Android

Current Issues
Laboratorium Universitas Oxford Yang Teliti Covid-19 Diretas