Current Issues

Membuka Jendela Selama Pandemi Covid-19 itu Penting! Kok Bisa?

Dwiwa

Posted on December 25th 2020

 

Di awal pandemi, para ahli dan pihak berwenang memusatkan perhatian pada sejumlah cara yang paling memungkinkan untuk tertular Covid-19. Salah satu risikonya adalah menyentuh permukaan yang terkontaminasi sehingga mencuci tangan menjadi semakin penting.

Risiko lain yakni terkena droplet yang dihasilkan saat seseorang di dekatnya batuk, bersin, bahkan berbicara. Karena itu, menjaga jarak dua meter perlu dilakukan dan kemudian disusul kebijakan untuk memakai masker.

Namun dalam temuan terbaru, virus SARS-Cov-2 bisa menular melalui partikel virus kecil yang dikenal sebagai aerosol dan bisa mengambang di udara lebih lama. Bahkan beberapa hari lalu, otoritas Amerika Serikat telah mengatakan bahwa menghirup droplet dan aerosol menjadi cara penularan utama.

Dilansir dari BBC, Shaun Fitzgerald seorang profesor Royal Academi of Engineering di Universitas Cambridge mengatakan jika membuka jendela akan membuat perbedaan. Fitzgerald bahkan menjadikannya sebagai misi pribadi untuk meningkatkan ventilasi dimanapun ia bisa melakukannya

"Aku harus keluar jika tidak bisa membukanya. Aku selalu menolak berada di tempat yang tidak berventilasi baik," ujarnya. Menurut Fitzgerald, penelitian menunjukkan bahwa menghadirkan pasokan udara segar baik untuk mengencerkan dan memisahkan virus. Serta dapat menurunkan risiko infeksi hingga 70-80 persen.

Ia mendukung pesan untuk mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Tapi, ia juga mengatakan udara segar selalu berada di urutan keempat dalam daftar. Atau terkadang tidak ada sama sekali dalam daftar.

"Kekhawatiranku bahwa musim dingin belum datang, tetapi musim ini berarti orang-orang akan berada di dalam ruangan dan jendela biasanya ditutup. Kekhawatiran paling besar adalah dengan jenis virus baru, kami tahu bahwa menjaga aerosol turun ke tingkat yang rendah akan menjadi lebih penting, dan itu berarti menjaga ruangan tervenlitasi dengan baik,” ujarnya.

Fritzgerald pun mencontohkan temuan di sebuah restoran di Korea Selatan. Di mana satu orang positif yang dapat menginfeksi dua orang lainnya meskipun duduk lebih dari 4 meter bahkan 6 meter. Mereka hanya berada di ruang yang sama dalam hitungan menit, cukup lama bagi AC untuk menyebarkan virus sejauh itu.

"Aerosol dapat melayang beberapa ketika airborne. Dua meter tidak memberi keamanan, satu-satunya hal yang dapat melakukannya adalah ventilasi yang baik. Jika mereka membuka jendela di restoran itu, ini mungkin telah mengubah banyak hal,” ujarnya.

Nah jadi nih guys, ingat selalu untuk memastikan jika ruangan yang kalian datangi memiliki ventilasi yang baik yah. Jangan lupa juga untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.(*)

Related Articles
Current Issues
Seminggu Cetak 3 Kali Rekor! Yuk Makin Disiplin Protokol Covid-19

Current Issues
Perhatikan 4 Hal Ini Jika Kalian Berencana Meet Up di Area Outdoor

Current Issues
Berapa Lama Sih Waktu Aman Lepas Masker di Ruangan Penuh Orang? Ini Kata Ilmuwan