Tech

Manfaatkan Algoritma AI, Perusahaan Induk TikTok Terjun di Bidang Farmasi

Ahmad Redho Nugraha

Posted on December 24th 2020

Hampir mayoritas aktivitas digital orang-orang belakangan ini tidak terlepas dari platform TikTok. Meski produk unggulannya bergerak di ranah hiburan tapi ByteDance -induk perusahaan TikTok- sepertinya akan tetap menjajal peruntungan di bidang usaha lain. Salah satunya adalah bidang farmasi yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

ByteDance selama ini mengunggulkan algoritma mereka dalam menyeleksi kontek-konten TikTok untuk ditampilkan kepada para penggunanya. Namun demikian, kegunaan algoritma tersebut ternyata juga dapat diaplikasikan dalam seleksi bahan obat-obatan dengan menggunakan bantuan AI. Dan, ByteDance saat ini sedang membuka lowongan pekerjaan bagi spesialis IT untuk menggerakan bisnis terbaru mereka tersebut.

"Kami sedang mencari kandidat untuk bergabung dengan tim kami serta melakukan riset di bidang penemuan dan peracikan (obat) yang ditenagai olehh algoritma AI," demikian tulis ByteDance di situs resmi mereka.

Tim yang selanjutnya disebut drug discovery team tersebut menyediakan lima lowongan berkarier, termasuk intern. Mereka akan dipekerjakan langsung di Laboratorium AI yang sudah dikembangkan ByteDance sejak 2016 lalu.

"Mengingat banyaknya jumlah bidang riset AI, pengaplikasian teknologi baru ini dapat ditemui di seluruh segmen dan produk," begitulah bunyi deskripsi di situs Lab AI ByteDance.

Semua lowongan untuk drug discovery team tersebut mengharuskan pelamarnya memiliki gelar Ph.D di bidang yang relevan, seperti ilmu komputer, matematika, biologi komputasi dan kimia komputasi. Para kandidat akan mengerjakan desain, identifikasi dan simulasi dalam penggunaan AI untuk kepentingan pembuatan obat.

Ranah farmasi dan kesehatan memang menarik perhatian khusus bagi banyak perusahaan teknologi terkemuka dunia saat ini. Tencent, raksasa teknologi lain asal Tiongkok juga memiliki tim AI yang berfokus dalam pengembangan dan riset di bidang farmasi. Lab mereka bahkan sudah aktif melakukan publikasi ilmiah sejak Agustus 2019 lalu.

Selain itu juga ada Huawei yang menceburkan diri mereka ke ranah farmasi dan medical imaging menggunakan unit cloud computing mereka.(*)

Related Articles
Tech
Dirikan BytePlus, ByteDance Jual Algoritma TikTok dan Teknologi AI untuk Umum

Tech
Tiongkok Punya Andil di Perusahaan Induk, Senat Desak Biden Blokir TikTok

Tech
TikTok Versi Tiongkok Batasi Akses Pengguna di Bawah 14 Tahun