Current Issues

Ternyata Masker Turunkan Risiko Penyebaran Droplet Besar Sampai 99,9 Persen Loh

Dwiwa

Posted on December 24th 2020

 

Para ahli kesehatan di seluruh dunia telah menyarankan agar orang-orang, baik yang sehat maupun sakit, untuk memakai masker saat keluar rumah. Hal ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang kini semakin meluas.

Dan menurut sebuah penelitian terbaru, masker ternyata bisa mengurangi risiko penyebaran droplet besar terkait Covid saat berbicara atau batuk hingga 99,9 persen loh. Dilansir dari The Straits Times, hal ini diungkap oleh percobaan laboratorium dengan boneka mekanik dan subyek manusia.

Menurut penelitian tersebut, seorang wanita yang berdiri 2 meter dari seorang pria batuk tanpa masker akan terkena droplet 10 ribu kali lebih banyak daripada saat memakainya, apalagi jika hanya berjarak 50 cm.

“Tidak ada keraguan lagi bahwa masker dapat secara dramatis mengurangi penyebaran droplet yang berpotensi mengandung virus,” kata penulis senior Ignazio Maria Viola, ahli dalam dinamikan cairan terapan di University of Edinburgh School of Engineering kepada AFP.

Droplet pernapasan besar – yang bertindak seperti proyektil sebelum jatuh ke tanah karena gravitasi – dianggap sebagai pendorong utama penularan SARS-Cov-2. Droplet yang lebih kecil, terkadang disebut tetesan aerosol, dapat tetap melayang di udara untuk waktu lebih lama.

“Kami terus menerus menghembuskan berbagai macam droplet, dari skala mikro hingga skala milimeter. Beberapa droplet akan turun lebih cepat dari yang lain, tergantung dari suhu, kelembapan dan terutama kecepatan udara,” ujar Dr Maria Viola melalui telepon.

Studi ini berfokus pada partikel yang berdiameter lebih dari 170 mikron, sekitar dua hingga empat kali lebar rambut manusia. Partikel aerosol, yang cenderung mengikuti arus udara, umumnya digambarkan lebih kecil dari 20 atau 30 mikron.

“Jika kamu memaki masker, kamu mengurangi penularan virus berdasarkan ukuran – 10 kali lebih sedikit. Dalam penelitian kami, untuk droplet besar yang kami ukur, kami berbicara tentang 99,9 persen lebih sedikit,” ujar Dr Maria Viola.

Menurut Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Seattle Washington, 55 nyawa dapat diselamatkan di Amerika Serikat selama empat bulan ke depan jika kebijakan penggunaan masker untuk semua orang diterapkan.

Pemakaian masker secara universal akan mengurangi kematian global hingga 400 ribu untuk periode yang sama, dari 2,9 juta menjadi 2,5 juta, menurut perhitungan mereka. Hingga saat ini, virus telah merenggut 1,7 juta jiwa.

Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman Covid-19 tentang masker dan merekomendasikannya untuk dipakai di dalam ruangan saat berhadapan dengan orang lain jika ventilasi tidak memadai.

Masker berfungsi terutama untuk mengurangi emisi droplet yang mungkin mengandung virus oleh orang-orang ketika mereka batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau sekadar bernapas, tetapi masker juga dapat membantu mencegah kita menghirup droplet oleh orang yang memakainya.

“Masker kain tidak hanya efektif memblokir sebagian besar droplet besar, 20-30 mikron dan lebih besar, tetapi juga dapat memblokir droplet pernapasan dan partikel halus, juga sering disebut sebagai aerosol,” jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC). (*)

Related Articles
Current Issues
Kreatif! Mahasiswa Korea Selatan Ini Ubah Limbah Masker Sekali Pakai Jadi Kursi

Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan