Current Issues

Mau Liburan Natal dan Tahun Baru? Simak Yuk Aturan yang Berlaku

Dwiwa

Posted on December 23rd 2020

Menjelang momen libur panjang Natal, cuti pengganti Idul Fitri, dan Tahun Baru, pemerintah membuat sejumlah aturan ketat untuk orang-orang yang akan bepergian. Lima surat edaran baru pun telah dikeluarkan guna mengatur para pelaku perjalanan guna menurunkan risiko penyebaran Covid-19.

Empat surat edaran diterbitkan oleh kementerian perhubungan sementara satu surat edaran lain dikeluarkan oleh tim Satgas Covid-19 nasional. Kelima surat ini memuat protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan yang berlaku selama libur Natal dan Tahun Baru sampai 8 Januari 2021.

Empat surat edaran yang diterbitkan oleh kementerian perhubungan ini memuat aturan tentang pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Salah satu aturan yang tertera adalah kewajiban untuk membawa hasil tes negatif  Covid-19 dari tes antigen dan PCR.

Pelaku perjalanan domestik wajib mengantongi tes negatif Covid-19 dari uji antigen yang berlaku 3x 24 jam untuk yang akan naik pesawat dari dan ke atau antar bandara di Pulau Jawa. Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna kereta api antar kota di Pulau Jawa, perjalanan darat di Pulau Jawa dan ke Bali.

Sementara tes PCR diwajibkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia dan juga penumpang transportasi Udara yang akan berkunjung ke Pulau Bali. Hasil negatif Covid-19 untuk tes PCR ini berlaku selama tujuh hari.

Namun bagi anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun, tidak diwajibkan untuk membawa hasil tes negatif. Hal lain yang diwajibkan bagi pelaku perjalanan yakni mengisi e-HAC atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik.

Sementara bagi pelaku perjalanan di luar pulau Jawa dan Bali, baik itu angkutan udara, darat maupun kereta api, hasil rapid tes atau PCR negatif bisa digunakan selama 14 hari. Hasil tes negatif antibodi pun masih berlaku bagi perjalanan darat selain di Pulau Jawa dan Bali.

Aturan lain yang diwajibkan pagi pelaku perjalanan adalah wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Meski begitu, ada pengecualian bagi perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi atau dengan trasnportasi darat baik pribadi dan umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek) tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid tes antigen.

Dalam aturan tersebut juga tertulis jika dalam kondisi tertentu, pihak berwenang bisa melakukan rapid tes antigen atau PCR secara acak kepada pelaku perjalanan. Jadi, jangan coba-coba untuk nekat bepergian tanpa mengantongi hasil tes negatif yah. Kan repot kalo kejaring razia.

Selain pemerintah pusat dan satgas Covid-19, sejumlah wilayah di Indonesia juga telah mewajibkan orang yang masuk untuk mengantongi surat keterangan rapid tes antigen negatif. Misalnya saja Jawa Tengah, Puncak, Bandung, DI Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

Nah itu tadi aturan baru bagi pelaku perjalanan selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2021 ya guys. Ingat-ingat jangan sampai lupa yah. Dan jika kalian kelompok yang memutuskan untuk berlibur di musim libur panjang kali ini, simak tips travelling aman selama pandemi di sini dan di sini ya. Kalau kalian menginap di hotel, simak tips aman di sini. (*)

Related Articles
Current Issues
Rapid Test Antigen dan PCR Jadi Syarat Perjalanan, Segini Loh Harganya

Current Issues
Transaksi Online, Pilihan untuk Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Saat Liburan

Current Issues
Amerika Sahkan Rapid Test Covid-19 Pertama untuk di Rumah, Cuma Butuh 20 Menit