Current Issues

Mengintip Kembalinya Kehidupan Malam Pasca Pandemi di Wuhan, Asal Covid-19

Dwiwa

Posted on December 17th 2020

 (Reuters)

Wuhan Tiongkok,  tempat virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 pertama dilaporkan, telah mencabut lockdown ketat sejak bulan April lalu. Kasus baru dari penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 74 juta orang ini pun belum dilaporkan muncul sejak 10 Mei.

Dan setelah tujuh bulan tanpa lockdown, kehidupan orang-orang yang tinggal di Wuhan pun terus kembali menuju normal. Orang-orang bisa berpesta dan kehidupan malam juga semakin ramai. Tempat hiburan malam makin dipenuhi kerumunan anak-anak muda.

“Setelah mengalami gelombang pertama epidemi di Wuhan dan kemudian pembebasan, aku seperti menjalani kehidupan kedua,” ujar Zhang Qiong, seorang pemuda 29 tahun yang tengah mengadakan pesta ulang tahun kepada Reuters. Di luar, pengunjung pesta tumpah ke jalanan, semua bersenang-senang tanpa rasa khawatir meski tak bermasker.

Sementara kota-kota lain di dunia masih harus berjibaku akibat melonjaknya kasus Covid-19, anak-anak muda Wuhan sudah bisa menikmati malam dengan menjelajahi kerumunan orang, makan di kaki lima, dan memadati klub malam, berusaha menebus waktu yang hilang selama lockdown.

Kebangkitan ekonomi dari kehidupan malam ini menjadi gambaran sekilas tentang gaya hidup pasca pandemi yang diharapan oleh banyak orang menjadi kenyataan pada 2021, setelah vaksin Covid-19 diluncurkan secara global.

Wuhan telah menjalani lockdown sejak 23 Januari dengan jalanan yang ditutup, kereta api dan bus dilarang masuk dan pesawat yang tidak diijinkan mendarat. Hampir 3.900 dari 4.634 kematian akibat Covid-19 terjadi di kota berpenduduk 11 juta ini.

Dilansir dari Reuters, pelajar, musisi, artis, dan para pekerja muda yang menceritakan kisahnya selama terjebak di rumah berbulan-bulan mengatakan  jika kesempatan itu banyak digunakan untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kota yang akan pulih di masa depan.

“Selama masa epidemi, Wuhan benar-benar kota mati. Sekarang orang keluar untuk makan dan bersenang-senang,” ujar penggemar musik Yi Yi usai menonton pertunjukkan.

Meski kehidupan malam di Wuhan mulai ramai, tetapi para pemilik bisnis dan restoran menyebut jika masih butuh waktu untuk bisa mengembalikan omset untuk menutup kerugian besar selama masa lockdown. (*)

Related Articles
Current Issues
Kasus Covid-19 Pertama Kemungkinan Muncul di Tiongkok Sejak Oktober 2019

Current Issues
Tiongkok Gunakan Robot untuk Layani dan Awasi Orang yang Dikarantina

Current Issues
Aturan Baru Karantina Covid Bagi Pelancong, Indonesia 5 Hari - Hongkong 21 Hari